Halalbihalal HDCI DIY 2026 Tak Sekadar Salaman, Anggota Ngerem Touring demi Empati Kondisi Negara
Yoseph Hary W April 12, 2026 11:01 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suara knalpot menggelegar kala satu per satu motor gede (moge) anggota Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) Pengda DIY memasuki halaman parkir sebuah resto di Condongcatur, Kabupaten Sleman, Minggu sore (12/4/2026).

Mereka bukan sedang konvoi ataupun riding. Para anggota HDCI DIY tersebut kopdar dalam rangka syawalan Idulfitri 1447 H.

Momentum Halal Bihalal yang dihadiri para anggota dan pembina HDCI Pengsa DIY kali ini membawa pesan yang tak biasa. 

Kurangi touring

Ketua HDCI Pengda DIY Ervin Arifianto menegaskan komitmen organisasi untuk lebih menahan diri dan mengurangi agenda touring sebagai bentuk empati terhadap kondisi ekonomi global serta kebijakan pembatasan BBM.

Ervin Arifianto mengungkapkan bahwa saat ini organisasi harus lebih mengedepankan prinsip efisiensi di tengah situasi yang berkembang. Meski roda organisasi dan silaturahmi tetap berjalan, intensitas kegiatan di jalan raya dibatasi agar selaras dengan kondisi masyarakat luas.

"Program ke depan HDCI harus lebih efisiensi, karena BBM sekarang dibatasi dan kegiatan kita kurangi karena kita berempati dengan negara juga dengan kondisi global saat ini," ungkap Ervin. 

Jalankan bakti sosial

Sebagai gantinya, HDCI DIY memfokuskan energi organisasi pada kegiatan yang menyentuh langsung kepentingan publik. 

Setiap Pengurus Cabang (Pengcab) di lima kabupaten/kota se-DIY telah diinstruksikan untuk terus memperkuat program bakti sosial yang selama ini sudah menjadi agenda rutin.

"Riding agak dikurangi karena kita berempati saja dengan kondisi negara, namun kegiatan seperti bakti sosial untuk kemaslahatan masyarakat tetap kita jalankan," tambahnya.

Kedisiplinan di jalan raya juga menjadi sorotan utama guna menjaga citra positif penunggang motor besar di mata masyarakat. Ervin mengingatkan pentingnya safety riding dan perilaku santun saat berinteraksi dengan pengguna jalan lain agar kehadiran mereka memberikan rasa aman, bukan keresahan.

"Kita lebih mengedepankan internal kita tentang cara riding yang benar dan aman, sehingga dampaknya universal termasuk keamanan di jalan saat berinteraksi dengan masyarakat," tegasnya.

Dukungan senada disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) DIY, KPH Purbodiningrat, yang turut hadir memberikan apresiasi atas inisiasi silaturahmi tersebut. Ia berharap semangat Menjalin Persatuan dalam Kesatuan yang diusung HDCI DIY tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam soliditas anggota dan kepatuhan berkendara.

"Semoga dengan acara sore hari ini bisa mempererat persaudaraan seluruh teman-teman HDCI se-DIY, yang penting kita bersilaturahmi dan saling bersalaman," ujar Kanjeng Purbo.

Di sela acara, masing-masing Pengcab dari empat kabupaten dan satu kota di DIY turut menyampaikan komitmen serupa untuk menjaga kerukunan. Selain fokus pada empati sosial, pertemuan ini menjadi ajang koordinasi internal untuk memastikan setiap anggota tetap solid di bawah payung organisasi.

Menutup rangkaian acara, dilakukan sosialisasi mengenai agenda akbar Jogja Bike Rendezvous (JBR) 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 20-21 November mendatang. 

Event legendaris ini diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat, mendorong sektor UMKM, serta mempromosikan pariwisata Yogyakarta ke kancah nasional maupun internasional. (hda)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.