BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polisi ungkap perkembangan terkini kecelakaan maut di Batam yang menewaskan ibu dan anak di kawasan Batu Ampar, Sabtu (11/4/2026) siang.
Hingga saat ini, polisi belum menetapkan tersangka dalam kecelakaan yang melibatkan truk BP 9073 FU dan motor matik Honda Beat BP 2207 Q itu.
Adapun sopir truk, pria berinisial B (21), saat ini masih berstatus saksi.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, AKP Victor Hutahaean, mengatakan pihaknya masih mendalami berbagai aspek dalam kasus tersebut.
Sebelumnya polisi telah mengamankan sejumlah CCTV, termasuk kendaraan dan identitas pengemudi yang terlibat.
"Kalau kecelakaan, kita masih mengumpulkan bukti-bukti dulu. Tidak bisa langsung menyangkakan seseorang jadi tersangka," ujar Victor kepada TribunBatam.id, Minggu (12/4/2026).
Ia menyebutkan, seluruh barang bukti (BB) terkait kecelakaan telah diamankan di Polresta Barelang.
"BB di Polres. Sejumlah saksi tengah kami minta keterangan, termasuk sopirnya," katanya.
Terkait penyebab kecelakaan, termasuk kemungkinan faktor kondisi jalan seperti genangan air di lokasi, Victor mengatakan hal tersebut masih dalam tahap pendalaman.
"Kami harus kumpulkan bahan keterangan dulu. Tidak bisa sembarang menyimpulkan," ujarnya.
Selain itu, polisi juga masih memastikan sejumlah hal lain, seperti penggunaan helm oleh korban serta detail posisi pengendara saat kejadian.
Saat ini, kasus tersebut ditangani Unit Lakalantas Polresta Barelang dan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Adapun identitas korban dalam kecelakaan maut ini yakni Azizah (52) dan Elvita (22), warga Tanjung Sengkuang.
Arus lalu lintas kendaraan di simpang bangunan lama Polsek Batu Ampar Batam tampak berjalan seperti biasa, pada Minggu (12/4/2026) siang.
Mobil, motor, hingga truk kontainer silih berganti melintas di tikungan jalan yang mengarah ke Jodoh.
Namun di balik lalu lintas yang terlihat normal, tersimpan potensi bahaya yang tak kasat mata.
Hujan sempat mengguyur kawasan tersebut hingga pukul 12.00 WIB siang.
Meski telah reda, genangan air masih terlihat di badan jalan hingga pukul 15.00 WIB.
Pantauan di lokasi, kondisi Jalan Duyung yang berbelok, memiliki permukaan yang tidak sepenuhnya rata.
Bahkan terkesan memiliki tinggi jalan yang berbeda.
Di sisi jalan, genangan air mengisi cekungan aspal, tepat di jalur tikungan.
Sejumlah pengendara motor tampak mengurangi kecepatan saat melintas di titik tersebut.
Sebagian lainnya terlihat sedikit melebar ke tengah jalan, diduga menghindari genangan yang ada di tepi jalur.
Di saat bersamaan, kendaraan besar seperti truk kontainer juga melintas di jalur yang sama.
Kondisi ini membuat ruang gerak pengendara motor menjadi lebih sempit, terutama di titik belokan.
Situasi tersebut diduga menjadi salah satu faktor risiko kecelakaan di lokasi kejadian.
Di titik yang sama, terlihat taburan bunga setaman berwarna-warni di badan jalan.
Bunga-bunga itu diduga ditaburkan sebagai bentuk duka atas peristiwa kecelakaan maut di Batam yang terjadi di lokasi, Sabtu (11/4/2026) kemarin.
Kejadian ini menewaskan seorang ibu dan anak perempuannya.
"Kayaknya tadi ada yang nabur bunga di situ setelah hujan, sekitar jam 1-an siang. Kurang tahu siapa," ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Seperti diketahui, ibu dan anak menjadi korban kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Duyung, kawasan Batu Ampar, Sabtu sekira pukul 11.00 WIB.
Sepeda motor yang ditumpangi korban saat itu melaju beriringan dengan kendaraan besar.
Diduga, benturan dari samping membuat keduanya terjatuh ke badan jalan dan meninggal dunia di tempat.
Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut.
Termasuk kemungkinan faktor kondisi jalan, genangan air, hingga posisi kendaraan saat kejadian.
Hingga kini, titik di sekitar tikungan tersebut masih dilintasi kendaraan tanpa perubahan.
Pengendara pun diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di jalur padat dengan kondisi jalan yang tidak rata. (Tribunbatam.id/Ucik Suwaibah)