Oleh: Willy Kumurur
Penikmat Bola
TRIBUN-TIMUR.COM - Apakah Kematian dapat dihindari? Segera setelah kelahirannya, ujar filsuf Martin Heidegger, manusia sudah cukup tua untuk mengalami kematian; eksistensi manusia merupakan keberadaan menuju mati.
Kematian datang tanpa kejelasan waktu, menerobos dengan kejam dan selalu menggagalkan manusia dalam upayanya mengokohkan kehidupan, kata filsuf Perancis, Jean Paul Sartre.
Kehidupan berubah menjadi kepingan-kepingan tiada makna.
Seorang seniman bola asal Wales mengumumkan pensiun dan mengakhiri karier profesionalnya sebagai pemain bola.
Dia adalah Aaron James Ramsey.
Siapakah Ramsey? Dalam kariernya, Ramsey membela klub-klub besar: Arsenal, Juventus dan Nice.
Ia memang tidak setenar Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo.
Namun pada zamannya, ia digambarkan sebagai sosok yang menjadi pewarta kematian para pesohor dunia.
Fans Arsenal-lah yang menghubungkan kematian mereka dengan Aaron Ramsey.
Jangan tanya mengapa, namun waktu telah berlalu, seseorang yang lain berpindah dari jauh, adalah bait terakhir dari lagu mashyur The Bee Gees di tahun 70-an: First of May.
Tanggal 1 May 2011, adalah saat ketika Arsenal menaklukkan Manchester United di Emirates Stadium, berkat gol semata-wayang Ramsey.
Keesokan harinya, Osama bin Laden tewas diterjang peluru pasukan khusus AS di tempat persembunyiannya di Pakistan.
Di tahun yang sama, 2 Oktober, di stadion White Hart Lane, markas Tottenham Hotspur, Arsenal dihajar 1-2 oleh Spurs.
Satu-satunya gol balasan Arsenal lahir dari Ramsey.
Tiga hari kemudian, pendiri dan CEO Apple Inc, Steve Jobs, meninggal dunia di rumahnya di Cupertino, California, setelah lama mengidap kanker pankreas.
Tujuh belas hari setelah lahirnya gol Ramsey di White Heart Lane, yaitu 19 Oktober 2011, dalam penyisihan grup Liga Champions di Stade Velodrome milik Olympique de Marseille, Ramsey mempersembahkan gol tunggal bagi Gudang Peluru London, Arsenal.
Hanya sehari setelah si kulit bundar bersarang di gawang Marseille, pemimpin Libya, Moammar Gaddafi, terbunuh oleh kelompok pemberontak di tempat kelahirannya di Sirte, Libya.
Publik kemudian menganggap bahwa kematian deretan orang-orang tenar itu sebagai death goal curse (kutukan gol maut) Ramsey; dan setiap tendangannya yang menghasilkan gol diberi tajuk kick of death (tendangan maut).
“Kutukan gol” Ramsey masih berlanjut setahun kemudian, tepatnya 11 Februari 2012, saat Arsenal mempecundangi tuan rumah Sunderland di Stadium of Light, dalam lanjutan Liga Primer Inggris, di mana pasukan asuhan Arsene Wenger kembali pulang dengan skor kemenangan 2-1.
Gol-gol Arsenal dicetak oleh Aaron Ramsey pada menit ke-75 dan Thierry Henry pada menit 90+1.
Di hari itu juga, di kamar mandi Beverly Hilton, Los Angeles, California, penyanyi bersuara emas Whitney Houston ditemukan terkapar tanpa tanda-tanda kehidupan.
Kemudian pada 30 November 2013, Arsenal menghabisi Cardiff City dengan skor telak 3-0.
Dua di antaranya disumbangkan Ramsey.
Pada saat yang sama, sebuah kecelakaan tragis lalu-lintas terjadi di Santa Clarita, tak begitu jauh dari kota Los Angeles, California.
Aktor Hollywood ternama, Paul Walker, bintang film serial Fast and Furious, dijemput sang maut.
Sahabatnya, Vin Diesel, dengan nada pedih, mengungkapkan deretan kata yang menyentuh hati: "Brother I will miss you very much. I am absolutely speechless. Heaven has gained a new Angel. Rest in Peace (Saudaraku, aku akan sangat merindukanmu. Aku sungguh kehilangan kata. Surga beruntung mendapatkan Malaikat baru. Beristirahatlah dalam kedamaian).”
Pada laga Community Shield, Arsenal menghabisi Manchester City 3-0 di hari Minggu, 10 Agustus 2014.
Tiga gol Arsenal dipersembahkan oleh Santi Cazorla, Aaron Ramsey dan Olivier Giroud.
Sehari kemudian, bintang tenar Hollywood Robbin Williams berpulang ke haribaanNya.
Sebelas tahun berlalu.
Tepat pada 1 September 2025, Ramsey yang bermain untuk klub Pumas UNAM mencetak gol pertamanya ke gawang klub Atlas di Liga MX Meksiko.
Tiga hari setelah gol Ramsey itu, perancang busana top asal Italia, Giorgio Armani, menghembuskan nafasnya yang terakhir di rumahnya di Milan-Italia dalam usia 91 tahun.
Benarkah Ramsey adalah penghentar dan pewarta kematian? Sebagian dari kita akan berkata: itu hanya kebetulan.
Fans Arsenal mungkin akan membenarkan jika Ramsey diberi gelar penghentar “kematian” lawan di gelanggang pertempuran yang bernama stadion sepakbola.
Peristiwa “kutukan gol” Ramsey menghentar manusia pada permenungan tentang kematian.
Dalam bukunya, Kematian, M. Damm menulis bahwa selama kita hidup, kematian tak ada, dan ketika kematian datang, kita yang tak lagi ada.
Seperti dialog Mitch Albom dengan Prof. Morrie dalam bukunya Tuesday With Morrie: ketika kita memahami kematian, kita memahami kehidupan.***