BOLASPORT.COM - Jakarta Pertamina Enduro kembali membuka peluang lebih besar untuk bisa melaju ke babak grand final Proliga 2026.
Jakarta Pertamina Enduro meraih kemenangan krusial dalam pertandingan pertama mereka di putaran kedua final four melawan Jakarta Electric PLN.
Juara bertahan sektor putri itu harus berjuang hingga lima set saat Jakarta Electric PLN mampu bangkit dari ketertinggalan dari dua set awal.
Megawati Hangestri Pertiwi dkk. akhirnya harus puas dengan raihan dua poin.
Mereka menang dengan skor 3-2 (25-22, 25-22, 21-25, 18-25, 15-8) dalam laga di GOR Sritex Arena, Solo, Jawa Tengah, Minggu (12/4/2026).
Lini serang Pertamina Enduro kembali krusial dengan 'trio pemain asing' total mencatatkan 64 poin bersama-sama.
Irina Voronkova mencetak 28 poin, Wilma Salas dengan 20 poin, dan Megawati Hangestri Pertiwi menyumbangkan 16 poin.
Hasil tersebut juga membalaskan dendam Pertamina ke Electric PLN setelah mereka dikalahkan lima set pada putaran pertama final four seri Surabaya.
Megawati mengakui bahwa timnya sebenarnya juga memiliki peluang untuk menang pada putaran pertama lalu. Hanya saja, hilang fokus jadi biang keladinya.
"Sebenarnya kami di Surabaya hampir menang. Kami bisa menang tapi lengah," kata Megawati setelah laga kepada BolaSport.com dan awak media lainnya.
"Pada set ketiga tadi hampir kejadian lagi, set ketiga sama keempat kami lengah."
"Kami kehilangan ritme, jadi kami enggak fokus pas yang di Surabaya. Terus pas yang di sini tadi kami sudah belajar dari kesalahan kemarin di Surabaya," ujarnya.
Megawati lantas menjelaskan perbedaan saat berhasil membalas kemenangan di seri Solo adalah kepercayaan diri.
"Sekali pun tadi hampir ada kejadian lagi tapi kami bisa membalikkan kepercayaan diri kita," ucap Megawati lagi.
"Kami melakukan meeting juga sebelum pertandingan."
Terus juga informasi yang dikasih Mr. Buelent (Karslioglu, pelatih) dan itu rahasia yang enggak mungkin kami bocorkan gitu kan. Itu rahasia pelatih juga."
Selain itu, Mega menjelaskan kondisi tim saat Pertamina kehilangan setter utama mereka pada set keempat, Tisya Amallya Putri.
"Mungkin kami sedikit kaget ya karena tiba-tiba dia merasakan sedikit sakit tapi mungkin dia tahan terus (sampai) akhirnya enggak kuat," ucap Mega.
"Ya sudah kami tetap fokus saja karena kan kami juga punya 14 pemain dengan cadangan. Jadinya harus fokus juga."
"Terus ya udah kayak gitu. Akhirnya kami bisa main lagi di set kelima, bertahan sampai selesai," ucap Mega.
Mega juga menjelaskan sosok pemain asing, Irina Voronkova, yang memberikan motivasi kepada para pemain lainnya sejak babak final four.
"Voronkova cukup berefek juga bagi kami dengan dia yang karakternya menggebu-gebu terus semangat di lapangan," kata Megawati lagi.
"Mungkin kami yang awalnya agak sedikit turun, terus ketika ada dia, kami langsung kayak naik gitu. Langsung kayak, oh iya harus kayak gini, kayak gitu."
"Jadi kami langsung kayak (sadar) enggak boleh melakukan kesalahan, sekali pun salah oke nanti kami perbaiki lagi ke depannya, kayak gitu."
"Jadi kita dapat support juga dari dia," ujar Megawati menutup.