Pasar Ujung Murung Banjarmasin Kian Murung, Pedagang Nantikan Kehadiran Wali Kota
Hari Widodo April 13, 2026 09:52 AM

BANJARMASINPOST.CO.ID- Pasar Ujung Murung, salah satu pasar tradisional tua di Kota Banjarmasin, kini semakin kehilangan denyut kehidupan.

Jika dulu pasar ini menjadi salah satu pusat perdagangan yang ramai, kini kondisinya kian sepi.

Minim pengunjung, bangunan yang tak layak, serta persaingan dengan pasar online membuat para pedagangnya harus berjuang keras untuk bertahan.

Sejumlah toko tampak miring, bahkan sebagian sudah roboh dan tidak lagi berpenghuni. Kondisi fisik bangunan yang tua dan kurang terawat menambah kesan muram.

“Dulu tahun 97-an ramai terus. Setelah Covid-19, sepi sekali sampai sekarang,” ujar H Tani, pedagang kain sekaligus Wakil Ketua Paguyuban Pasar Ujung Murung, Jumat (9/4/2026).

Baca juga: Belasan Toko di Ujung Murung Banjarmasin Terdampak Losmen Runtuh, Pedagang Terpaksa Libur Jualan

Meski sepi, masih ada pembeli setia yang datang, terutama ibu-ibu yang mencari pakaian salat dan sajadah.

Menurut Tani, mereka adalah pelanggan lama yang kerap berbelanja untuk keperluan hadiah umrah ataupun acara keluarga.

“Belanjanya juga biasa banyak,” tambahnya sambil memperlihatkan pengunjung yang datang meski sedikit.

Tani mengakui kehadiran pasar online menjadi pesaing berat. Namun keberadaan pedagang seperti dirinya memiliki kelebihan tersendiri, terutama dari segi pilihan barang.

Tidak sedikit pembeli online yang kecewa karena barang yang diterima tidak sesuai dengan yang diiklankan. Oleh karena itu pedagang Pasar Ujung Murung optimistis.

Mereka menilai belanja langsung di pasar tradisional masih menjadi pilihan terbaik karena pembeli bisa melihat dan memegang barang langsung sebelum membeli.

“Banyak juga orang jera berbelanja online, karena barang tak sesuai iklan. Kalau di sini pembeli bisa melihat, memegang langsung barang, kalau tidak cocok juga bisa langsung ditukar,” ungkap Tani.  Pasar yang sunyi ini terakhir terlihat ramai menjelang Idulfitri 1447 Hijriah.

Sepinya pengunjung bukan hanya karena persaingan dengan pasar online, tetapi juga akibat kondisi fisik bangunan yang tua dan kurang terawat.

Meski demikian, banyak pedagang tetap bertahan berjualan di toko yang rusak demi menjaga keberlangsungan usaha.

“Untuk tanah, sebagian besar kami sudah bersertifikat khususnya Ujung Murung ini. Kalau memang mau dibangun kembali, mau direhab, kami siap. Katanya Wali Kota HM Yamin mau ke sini tapi buktinya tidak ada,” ungkap Tani.

Pedagang juga menyinggung janji pemerintah kota yang pernah menyebut akan melakukan perbaikan pasar. Namun hingga kini, janji tersebut tidak juga terealisasi.

Bagi pedagang, pasar tradisional bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga ruang ekonomi rakyat yang hidup, tempat interaksi sosial, dan simbol budaya lokal yang harus dijaga.

“Ada saja orang lewat di luar sana tidak masuk ke dalam pasar. Kami siap saja untuk diajak rapat bagaimana baiknya pasar,” tegasnya.

Baca juga: Losmen Amandit di Pasar Ujung Murung Banjarmasin Runtuh, 7 Toko dan 3 Rumah Terdampak

Dengan perbaikan bangunan, revitalisasi fasilitas, serta dukungan promosi, pedagang yakin Pasar Ujung Murung bisa kembali menjadi pusat perdagangan yang ramai.

“Diperbaikilah tapi cukup untuk kami-kami yang ada ini saja,” ujar Tani penuh harap.

Berikut kesaksian H Tani:

(Banjarmasinpost.co.id/saifur rahman)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.