Jakarta Kota Teraman Kedua di Asia Tenggara, Kerukunan dan Toleransi Warga Menjaga Keharmonisan
Irwan Wahyu Kintoko April 13, 2026 12:32 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Jakarta ditetapkan sebagai kota teraman kedua di Asia Tenggara berdasarkan survei Global Residence Index 2026.

Dalam survei tersebut, Jakarta mengungguli kota-kota besar di kawasan seperti Bangkok (Thailand), Manila (Filipina), Kuala Lumpur (Malaysia), hingga Hanoi (Vietnam).

Sementara posisi pertama masih ditempati oleh Singapura.

Prestasi ini adalah capaian Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Baca juga: Tidak Ada Kompromi terhadap Segala Bentuk Premanisme di Jakarta, Pramono Anung: Ambil Tindakan Tegas

Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta menilai, prestasi itu bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan buah dari kerukunan, toleransi, dan kedewasaan warga dalam menjaga keharmonisan kota.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, predikat tersebut murni berasal dari penilaian objektif lembaga internasional, bukan hasil lobi pemerintah daerah.

"Menjadi kota teraman bukan DKI Jakarta yang meminta, tetapi hasil survei dan itu sudah setiap tahun ada," kata Pramono di Kompleks Pemerintahan Wali Kota Jakarta Timur, Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan data Global Residence Index 2026, daftar 10 kota paling aman di Asia Tenggara beserta skor keamanannya adalah: Singapura (0,90), Jakarta (0,72), Bangkok (0,65), Vientiane (0,61), Hanoi (0,60), Kuala Lumpur (0,57), Phuket (0,57), Ho Chi Minh City (0,56), Phnom Penh (0,55), dan Manila (0,41).

Baca juga: Aksi Preman Tanah Abang Jakarta Pusat Coreng Nama Baik Jakarta, Satpol PP Diperintahkan Tindak Tegas

Penilaian dilakukan secara komprehensif, mencakup indikator seperti tingkat pembunuhan, penculikan, risiko politik, risiko keamanan, kematian akibat konflik, hingga kerentanan terhadap bencana alam.

Indikator lain meliputi tingkat kematian akibat kecelakaan lalu lintas, indeks risiko dunia, indeks keamanan Numbeo, serta indeks perdamaian global (GPI).

Pramono Anung menguatakan, sebelumnya Jakarta berada di peringkat menengah atau bawah di antara kota-kota ASEAN.

Baca juga: Pramono Singgung Pemalakan di Tanah Abang saat Jakarta Raih Predikat Kota Aman di Asia Tenggara

"Selama ini Jakarta biasanya ranking-nya antara 5, 6, 7, sekarang nomor dua, ya disyukuri," ucapnya.

Ia menilai, kenaikan peringkat ini merupakan apresiasi dunia atas kebersamaan masyarakat dalam menjaga keamanan kota.

"Itu tidak mungkin dicapai tanpa kebersamaan, kerukunan, silaturahmi, persatuan yang kita jaga bersama-sama,” kata Pramono.

Toleransi Jadi Kunci 

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan, keberhasilan ini erat kaitannya dengan kuatnya toleransi beragama serta pelestarian budaya.

Menurutnya, lembaga internasional juga mempertimbangkan aspek kebudayaan dan toleransi sebagai bagian dari penilaian di luar indikator teknis keamanan.

"Indikator adalah membangun kebudayaan dan toleransi beragama sehingga Jakarta menjadi aman, dan itulah titik nilai dari sebuah lembaga internasional," kata Rano Karno di Kalideres, Jakarta Barat, Minggu (12/4/2026).

Sepanjang tahun ini, Jakarta dinilai berhasil menampilkan wajah keberagaman melalui berbagai perayaan lintas agama dan budaya yang digelar secara besar.

Perayaan tersebut meliputi Christmas Carol, Imlek, Festival Ogoh-ogoh, hingga Jakarta Bedug, serta berbagai kegiatan seni di kawasan Bundaran HI.

Menurut Rano, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata bahwa Jakarta menjunjung tinggi perbedaan dan persaudaraan.

"Capaian ini tidak lahir dari kebetulan, ini adalah hasil dari kedewasaan kami sebagai warga kota, hasil dari kesadaran kita bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat," jelas Rano Karno.

Ia mengingatkan agar Jakarta terus menjadi kota yang inklusif bagi semua golongan.

Keamanan dan toleransi yang terjaga juga dinilai berdampak positif terhadap perekonomian Jakarta.

Rano Karno mengungkapkan, berbagai kegiatan sosial budaya menjadi bagian dari strategi pembiayaan kreatif daerah untuk mendorong perputaran ekonomi di tengah menurunnya kondisi fiskal.

 

Sumber: Kompas.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.