Kaus Kaki Hijau Jadi Petunjuk Indentitas Jasad Tanpa Kepala di Kali Konteng Sleman
Reny Fitriani April 13, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Sleman - Kaus kaki berwarna hijau dan bertuliskan 'California" yang dikenakan oleh korban, jadi petunjuk pengungkapan identitas jasad tanpa kepala di Jembatan Kali Konteng, Dusun Pereng Kembang, Balecatur, Gamping, Kabupaten Sleman, pada Sabtu (11/4/2026) siang.

Penemuan jasad tanpa kepala ini sempat menggegerkan warga karena ditemukan saat sedang kerja bakti.

Kapolsek Gamping, AKP Bowo Susilo mengatakan, kronologi penemuan mayat ini bermula saat warga dan pihak kelurahan melakukan kerja bakti sekitar pukul 09.00 WIB. 

"Jam 09.00 mulai membersihkan. Kemudian jam 10.00 itu, menemukan mayat ditumpukan puing bambu itu. Lalu menginformasikan ke Polsek Gamping.Kami langsung berkoordinasi dengan Tim Inafis Polresta Sleman untuk melakukan olah TKP," ujar Bowo, Sabtu. 

Identitas korban pun berhasil terungkap setelah dua anak kandung dan seorang menantu korban datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan fisik mayat yang ditemukan. 

Baca Juga Gadis Muda Tewas Usai Mengeluh Sakit Perut, Polisi Temukan Jasad Bayi di Lemari

Pihak keluarga asal Dusun Sebaran, Sidoarum Godean itu meyakini jasad tersebut adalah NR, berdasarkan beberapa ciri fisik yang dikenali.

Yakni bentuk kaki yang identik, adanya luka penyakit kulit menahun di atas mata kaki kanan, serta kaus berwarna hijau bertuliskan 'California" yang dikenakan oleh korban.

Bowo menjelaskan, berdasarkan keterangan keluarga, NR diketahui mengidap demensia atau pikun.

Korban dilaporkan sering meninggalkan rumah tanpa pamit dan sulit menemukan jalan pulang.

Pihak keluarga sempat membuat laporan kehilangan orang di Polsek Godean sebelum mendapat kabar duka ini.

Meski identitas telah terungkap, proses penyelidikan masih berjalan.

Saat ditemukan, kondisi jenazah mengalami luka di bagian dada dan bagian kepala yang belum ditemukan.

Petugas bersama relawan dan BPBD masih melakukan penyisiran di sekitar aliran sungai untuk mencari bagian tubuh yang hilang.

Bowo belum bisa memastikan penyebab luka di tubuh korban termasuk penyebab hilangnya bagian kepala. 

"Karena luka, ada darah di leher almarhum ini masih segar, masih baru. Ini masih didalami, apakah ini disebabkan oleh benturan saat terbawa arus, terkena alat berat (eksavator) saat proses pembersihan puing, atau ada penyebab lain. Masih dalam proses pencarian untuk kepalanya," terang dia.

Saat ini, jenazah telah dievakuasi ke RS PKU Muhammadiyah Gamping untuk menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kematian serta perkiraan waktu meninggalnya korban. 

Hal ini penting untuk mengungkap apakah korban murni terpeleset lalu terbawa arus banjir atau ada faktor lain, mengingat kemarin sore wilayah Balecatur memang diguyur hujan deras dan cuaca ekstrem. 

"Belum. (Penyeban kematian) itu nanti masih kami dalami lebih lanjut. Nanti dugaan almarhum itu mengapa sampai kemudian terbawa arus banjir, itu nanti kami masih lakukan pendalaman lebih lanjut. Karena kemarin sore kan hujan deras di wilayah Balecatur. Cuaca ekstrim," kata dia. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro mengatakan, hari ini memang ada penanganan lanjutan dampak cuaca ekstrem yang terjadi pada Jumat (10/4) kemarin di wilayah Pereng Kembang Gamping. 

Penanganan lanjutan difokuskan pada pembersihan aliran Kali Konteng yang tersumbat rumpun bambu akibat terbawa arus sungai menggunakan alat berat eskavator. 

 "Saat pembersihan rumpun bambu tiba-tiba ditemukan jasad.  Korban dievakuasi dan diidentifikasi Inafis Polresta lalu dibawa ke PKU Muhamadiyah Gamping," tukasnya.

Sumber: BanjarmasinPost.co.id

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.