Pembunuh Tauke Karet di Bengkalis Ternyata Masih Remaja, Pelaku Tepergok Mencuri
Robertus Didik Budiawan Cahyono April 13, 2026 01:19 PM

Tribunlampung.co.id, Riau - Pelaku pembunuhan terhadap seorang tauke karet bernama Wipeng warga Desa Berancah, Bengkalis, Riau ternyata masih remaja.

Terungkapnya identitas pelaku setelah polisi melakukan penyelidikan dengan mengambil keterangan dari sejumlah saksi dan hasil analisis rekaman CCTV.

Alhasil polisi menangkap pria muda berinisial MRP (17) atas perkara pembunuhan itu. Pelaku diamankan setelah 48 jam peristiwa pembunuhan yang terjadi pada Kamis (9/4/2026).

"Tersangka berhasil kita amankan Sabtu dini hari kemarin di Jalan Antara Kota Bengkalis sekitar pukul 00.30 WIB malam," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Minggu (12/4/2026) siang dikutip dari TribunPekanbaru.com.

Menurut dia, saat ini MRP sudah diamankan di Mapolres Bengkalis untuk proses penyidikan lebih lanjut.

Identitas tersangka diketahui setelah petugas Satreskrim Polres Bengkalis melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah saksi saksi.

"Berbekal keterangan dari saksi saksi serta analisis rekaman CCTV sekitar tim berhasil mengetahui identitas tersangka yang juga merupakan warga setempat," tambah Kapolres.

Begitu mendapatkan indentitas tersangka petugas langsung berupaya melacak keberadaannya. Serta berhasil mengamankan di sekitaran Jalan Antara kota Bengkalis.

"Saat diamankan, tidak melakukan perlawanan. Serta hasil interogasi awal MRP mengakui seluruh perbuatannya," jelas Kapolres.

Menurut pengakuan tersangka, ia datang ke rumah korban untuk melakukan pencurian. Namun saat ingin melancarkan aksinya diketahui oleh korban.

"Karena di ketahui pemilik rumah aksi pencurian tersebut, sehingga terjadilah perkelahian antara korban dan tersangka. Tersangka yang datang membawa senjata tajam jenis parang, karena panik langsung melakukan penyerangan dengan brutal menggunakan parang yang di bawanya," tambah Kapolres.

Karena mendapatkan serangan dengan menggunakan parang, akhirnya korban tidak berdaya dan meninggal dunia di tempat kejadian.

"Setelah kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, ternyata MRP juga positif menggunakan narkoba. Kondisi dipengaruhi narkona ini diduga turut memengaruhi kondisi emosi dan tindakan brutal pelaku saat kejadian," tambahnya.

Selain mengamankan tersangka, tim Satreskrim Polres Bengkalis juga mengamankan barang bukti berupa parang yang digunakan sepanjang 44 centi meter. Serta pakaian yang digunakan tersangka saat melakukan aksinya.

Barang bukti diamankan setelah petugas kembali melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan kekerasan, serta penganiayaan berat yang menyebabkan kematian, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Kapolres Bengkalis menegaskan komitmennya untuk menindak tegas segala bentuk kejahatan, terlebih yang meresahkan masyarakat dan menghilangkan nyawa.

AKBP Fahrian Saleh Siregar juga mengingatkan masyarakat tentang pentingnya pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Penyalahgunaan narkoba dinilai menjadi salah satu faktor pemicu meningkatnya tindak kriminalitas yang bersifat brutal dan tidak terkendali.

Seperti diketahui sebelumnya, Pria paruh baya di Desa Berancah Kecamatan Bantan Bengkalis ditemukan meninggal dunia dengan mengenaskan di dapur rumahnya, Kamis (9/4) pagi tadi.

Korban diketahui bernama Wipeng alias Apeng ditemukan dengan posisi terduduk menelungkup di lantai dengan kondisi bersimbah darah. Pria yang tinggal di Jalan Kartini Dusun Makmur pertama kali di temukan warga sekitar sekitar pukul 10.30 WIB.

Hal ini diungkap Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar, Kamis siang. Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan tubuh bersimbah darah di dapur rumahnya.

Pejabat (Pj) Kepala Desa (Kades) Berancah, Chandra Kusuma membenarkan warganya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berlumuran darah, Kamis (9/4) pagi. Jasad korban pertama kali ditemukan warga sekitar pukul 10.30 WIB tadi.

Wipeng ditemukan pertama kali oleh warga yang ingin mencari rumput, saat itu melintas di belakang rumahnya.
 
Saat warga tersebut melintas melihat kondisi pintu belakang rumah terbuka. Dari luar terlihat korban sudah duduk tertelungkup di lantai dapur dengan kondisi berdarah.

Menemukan kondisi tersebut, warga yang melihat langsung melaporkan kepada Pj Kades. Chandra yang mendapat laporan langsung menuju lokasi dan memberi kabar kepada Bhabinkamtibmas dan Polsek Bantan.

Wipeng yang ditemukan meninggal dunia ini, memang tinggal sendirian di rumahnya yang berada Jalan Kartini Dusun Makmur Desa Berancah. Keluarganya banyak berada di Selat Panjang.

Kades mengatakan, Wipeng merupakan tauke karet dan pinang di desanya. Sebelum ditemukan meninggal dunia tidak ada kejadian atau persitiwa mencurigakan.

Bahkan pria separuh baya ini malamnya masih sempat keluar rumah dan mengumpul. Melihat kondisi tadi, kemungkinan korban meninggal dunia malam tadi. Karena beberapa ceceran darah yang ada di lokasi sudah mengering.

Dari kondisi yang di lihat Kades, korban sepertinya mengalami luka robek dibagian dada. Luka seperti bekas penusukan dialami.

Pihaknya juga sempat melakukan pemeriksaan di rumah korban setelah menemukan kondisi korban. Dari pengecekan, barang barang milik korban di dalam rumah tidak ada yang hilang.(*)

Baca Selanjutnya KPK Ungkap Cara Mengerikan Bupati Tulungagung Peras Kepala OPD

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.