DPRD Dorong Mitigasi Bencana di Sumedang, Ono Surono Tekankan Edukasi Warga
Dedy Herdiana April 13, 2026 03:19 PM

 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana

TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Kunjungan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, ke lokasi bencana longsor di Kampung Cirenggon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (13/4/2026), tak hanya untuk menyampaikan belasungkawa, tetapi juga menyalurkan santunan dan mendorong langkah konkret penanganan pascabencana.

Sejumlah pihak, termasuk anggota DPRD Sumedang, menyoroti pentingnya pembaruan mitigasi bencana serta penanganan dampak yang lebih komprehensif.

Wakil Ketua DPRD Sumedang, Atang Setiawan, mengatakan pihaknya akan mendorong pemerintah daerah untuk segera melakukan pembaruan data dan pemetaan wilayah rawan bencana.

“Selain itu, kami akan mendorong updating mitigasi bencana, termasuk menghitung dampak dari kejadian ini. BPBD tentu punya perhitungan wilayah mana yang harus segera direlokasi, terutama demi keselamatan jiwa,” ujarnya.

KUNJUNGI KORBAN - Jajaran PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat bersama pengurus PDIP Sumedang mengunjungi korban bencana longsor di Kampung Ciranggon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (13/4/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, didampingi puluhan  kader, termasuk Ketua DPC PDIP Sumedang, Asep Rony Hidayat.
KUNJUNGI KORBAN - Jajaran PDI Perjuangan (PDIP) Jawa Barat bersama pengurus PDIP Sumedang mengunjungi korban bencana longsor di Kampung Ciranggon, Desa Mekarrahayu, Kecamatan Sumedang Selatan, Senin (13/4/2026). Kunjungan tersebut dipimpin Ketua DPD PDIP Jawa Barat, Ono Surono, didampingi puluhan kader, termasuk Ketua DPC PDIP Sumedang, Asep Rony Hidayat. (TribunPriangan.com/Kiki Andriana)

Baca juga: Ono Surono Pimpin Rombongan PDIP Takziah ke Rumah Korban Longsor Ciranggon Sumedang

Ia menambahkan, lokasi relokasi bagi warga terdampak sebenarnya telah dipetakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Menurutnya, DPRD akan mengawal kebijakan yang dibutuhkan pascabencana, termasuk infrastruktur yang diduga menjadi faktor pemicu.

“Kami DPRD akan mendorong apa yang diperlukan dari dampak bencana ini. Misalnya, jika drainase dianggap menjadi penyebab, maka kami dorong pemerintah melakukan evaluasi,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Ono Surono menekankan bahwa selain penanganan teknis, edukasi kepada masyarakat juga menjadi hal penting untuk mencegah risiko serupa di masa mendatang.

“Harus ada edukasi kepada masyarakat dan pemerintah desa. Kejadian ini dipicu hujan deras dan angin kencang, sehingga masyarakat perlu menyiapkan diri,” ujar Ono. 

Ono menilai, langkah pencegahan yang didukung pemahaman masyarakat akan membuat upaya mitigasi menjadi lebih efektif.

“Dengan pencegahan yang baik, kesiapsiagaan masyarakat akan semakin kuat,” katanya. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.