Warga Bawa Beras dan Bahan Lauk Pauk saat Unjuk Rasa Penolakan Relokasi Lahan TNTN
Sesri April 13, 2026 02:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Massa aksi unjukrasa penolakan relokasi Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ternyata tidak hanya mempersiapkan tuntutannya, tapi juga mempersiapkan logistik.

Mengantisipasi unjuk rasa di kantor Gubernur Riau akan berlangsung lama, mereka berinisiatif memasak secara mandiri dengan iuran per RT.

Siti Aisyah warga RT 02 Desa Bukit Makmur yang ikut unjuk rasa di terkait penolakan relokasi lahan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) nampak sibuk membersikan besar dalam karung. 

Beras tersebut dalam rencananya akan dikonsumsi sekira seratusan warga di RT 02 Desa Bukit Makmur.

Baca juga: Respons Tuntutan Massa Aksi, Plt Gubri Tegaskan Tak Ada Pemaksaan Relokasi di TNTN

Menurutnya, konsumsi warga tersebut merupakan sumbangsih mandiri warga yang dikomandoi oleh masing-masing RT.

"Sebelum kesini, kami sudah sepakat dengan RT terkait konsumsi di lokasi. Ada yang sengaja beli beras, ada yang beli nasi saja," ungkap Aisyah, Senin (13/4/2026)

Massa aksi tolak Relokasi Lahan TNTN berunjuk rasa di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026)
Massa aksi tolak Relokasi Lahan TNTN berunjuk rasa di Kantor Gubernur Riau, Senin (13/4/2026) (Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

Dikatakannya, di kelompok RT 02, mereka akan memasak nasi sekalian dengan lauknya. Mereka juga sengaja membawa dandang pemasak nasi berukuran besar.

Ada pula kuali serta kompor dan perlengkapan memasak lainnya. Sekumpulan ibu-ibu terlihat memotong sayur kol dan sejumlah sayuran lainnya.

Menurut Aisyah, mereka akan makan bersama sesuai dengan kelompok RT yang telah terdata.

"Kami bertahan sampai ada keputusan. Semoga hari ini ada keputusan. Jadi bisa kembali ke rumah, " ungkapnya. 

Baca juga: Mediasi di Kantor Gubri, Massa Desak Satgas PKH Tertibkan Semua Kebun Sawit Tanpa Tebang Pilih

Dalam rencananya massa aksi dari warga di beberapa desa di Pelalawan terus berunjuk rasa sampai tanggal 18 April 2026 nanti. 

Artinya, massa akan bertahan sampai tuntutan mereka dipenuhi.

Hal tersebut disampaikan koordina Aksi , Wandri Putra Simbolon. Menurutnya, sesuai dengan surat yang dimasukkan terkait izin menyampaikan aspirasi, masa akan berjuang hingga tanggal 18 April.

"Dalam surat yang kita masukkan sampai lima hari kedepan. Namun, kita akan lihat bagaimana perkembangan pertemuan dengan pemerintah daerah. Jika ada keputusan hari ini," ungkapnya.

Menurut Wandri massa aksi yang datang merupakan gabungan dari Desa Kusuma, Segati, Gondai, Lubuk Kembang Bungo dan Air Hitam.

"Kami hanya ingin kepastian saja soal relokasi lahan. Jadi pemerintah daerah, baik gubernur, Kejati, Kapolda, Korwil Satgas PKH, Kabinda, Perwakilan masyarakat untuk duduk bersama dan berikan kepastian," ungkap Wandri.


(Tribun Pekanbaru/Budi Rahmat)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.