Rekam Jejak Ismet Efendi, Sekda Bangkalan Tertidur saat Rapat DPRD, Disemprot Bupati: Gak Beretika
ninda iswara April 13, 2026 02:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Sorotan publik tengah mengarah pada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi.

Namanya ramai diperbincangkan setelah sebuah video yang memperlihatkan dirinya tertidur saat mengikuti rapat paripurna DPRD Bangkalan beredar luas di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (6/4/2026), bertepatan dengan agenda penyampaian nota jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025.

Forum yang seharusnya berlangsung serius itu justru menyita perhatian publik karena kejadian tak terduga.

Dalam video yang viral, Ismet tampak duduk bersandar dengan mata terpejam di tengah jalannya rapat resmi.

Momen itu menjadi semakin disorot karena rapat dihadiri langsung oleh Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.

Baca juga: Polemik Rumah Dinas Rp 25 M Gubernur Rudy Masud, Ketua DPRD Kaltim Akui Belum Tahu: Saya Cek Dulu

TIDUR SAAT RAPAT - Sosok Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan, Ismet Efendi, tengah menjadi sorotan publik setelah videonya tertidur saat mengikuti rapat paripurna DPRD setempat viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi saat agenda penyampaian nota jawaban bupati atas pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2025, Senin (6/4/2026). (Dokumentasi/Humas Pemkab Bangkalan)

Tak hanya Ismet, rekaman yang sama juga memperlihatkan Kepala Satpol PP Bangkalan, Moh Hasbullah, dalam kondisi serupa.

Bahkan, beberapa pejabat lain terlihat kurang fokus mengikuti jalannya rapat karena sibuk memainkan telepon genggam.

Kondisi tersebut memicu reaksi dari kalangan legislatif.

Ketua Komisi I DPRD Bangkalan, Fadhur Rosi, menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap para pejabat yang dinilai tidak mencerminkan etika sebagai pelayan publik.

"Kalau capek, gantikan orang lain. Kalau ngantuk jangan datang. Paripurna bukan tempat tidur," katanya, dikutip SURYA.co.id dari Kompas.com, Minggu (12/4/2026).

Menanggapi hal itu, Bupati Bangkalan, Lukman Hakim, turut memberikan pernyataan. Ia menilai tindakan tersebut tidak pantas, terlebih dilakukan dalam forum resmi pemerintahan.

"Gak beretika juga lah itu. Kalau saya tahu, tak bangunin aja itu," tegasnya.

Terkuak LHKPN

Di tengah polemik tersebut, kekayaan Ismet pun terungkap.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 31 Desember 2024, total kekayaannya mencapai Rp2.669.919.730.

Rincian harta tersebut didominasi aset tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp2,95 miliar.

Properti tersebut tersebar di Kabupaten Bangkalan dan Gresik, meliputi beberapa bidang tanah serta rumah dengan luas bervariasi.

Selain itu, Ismet tercatat memiliki alat transportasi berupa satu unit sepeda motor Yamaha tahun 2011 senilai Rp2 juta.

Ia juga melaporkan harta bergerak lainnya sebesar Rp25 juta serta kas dan setara kas senilai Rp4,9 juta.

Namun, dalam laporan tersebut juga tercatat utang sebesar Rp312 juta, sehingga total kekayaan bersihnya berada di angka Rp2,66 miliar.

Rekam Jejak Ismet Efendi

Ismet Efendi merupakan pejabat birokrasi yang saat ini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangkalan.

Ia dilantik pada Agustus 2025 dan menjadi pejabat tertinggi di kalangan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan, dengan tanggung jawab utama mengoordinasikan jalannya pemerintahan serta memastikan kebijakan kepala daerah berjalan efektif.

Sebelum menduduki posisi Sekda, Ismet Efendi memiliki rekam jejak karier di birokrasi daerah.

Ia pernah menjabat sebagai Camat Socah dan juga dipercaya mengemban sejumlah posisi strategis di dinas pemerintahan Kabupaten Bangkalan.

Pengalaman tersebut menjadi modal penting dalam mengelola roda pemerintahan dan pelayanan publik di tingkat kabupaten.

Dalam perjalanannya sebagai pejabat publik, Ismet Efendi juga sempat menjadi sorotan.

Namanya pernah disebut dalam aduan terkait dugaan persoalan pembebasan lahan proyek jalan saat ia masih menjabat sebagai camat.

Meski demikian, ia membantah keterlibatan dan menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif apabila diminta keterangan oleh aparat penegak hukum.

(TribunTrends/TribunJakarta)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.