TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Isu penggabungan atau fusi dua partai politik, yakni Partai NasDem dan Gerindra kini mencuat.
Namun, isu tersebut disebut belum dibahas di internal Partai NasDem.
Hal itu diungkapkan Wakil Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).
"Kami bahkan belum, belum, belum apa, belum ada hal yang khusus terkait dengan fusi. Dan saya yakin di apa, tempat lain juga sama," kata Saan.
Dikatakan Saan, NasDem saat ini masih fokus melakukan konsolidasi internal dari tingkat nasional hingga daerah.
"Jadi itu fokus kita hari ini, kan gitu. Jadi terkait dengan soal wacana, apa, fusi itu, itu belum menjadi apa, pembicaraan di internal secara, apa, lebih mendalam," ujar Wakil Ketua DPR RI itu.
Untuk diketahui isu merger kedua partai tersebut mencuat usai pertemuan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Ketua Umum Partai Gerindra yang juga Presiden RI Prabowo Subianto di Hambang pada Februari 2026 lalu.
Terkait pertemuan itu, Saan belum mengetahui substansi pertemuan tersebut.
Namun menurutnya bisa saja isu merger dibahas antara Surya Paloh dan Prabowo.
"Saya tidak tahu persis ya, terkait dengan soal pertemuan. Apalagi terkait dengan soal substansi dari pertemuan tersebut, apa saja yang dibicarakan," katanya.
Baca juga: Seloroh Willy Aditya ke Legislator NasDem dan Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
"Kalau soal pertemuan antara Ketua Umum ya, Pak Surya dengan Presiden Pak Prabowo, mungkin saja itu ada karena memang NasDem bagian dari partai koalisi, partai ini kan bagian dari koalisi pemerintahan," tandasnya.