TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X menghadiri acara Syawalan di Kulon Progo pada Senin (13/04/2026). Acara berlangsung di Taman Budaya Kulon Progo, Kapanewon Pengasih.
Ngarso Dalem hadir didampingi Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X. Bupati dan Wakil Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan dan Ambar Purwoko turut hadir sebagai tuan rumah.
Raja Kasultanan Yogyakarta ini pun memberikan sejumlah pesannya di momen Syawalan ini. Salah satunya berkaitan dengan pesan dari Nabi Muhammad SAW.
"Rasulullah berpesan bahwa berjamaah itu rahmat, berpecah-belah itu azab," kata Ngarso Dalem saat memberikan arahannya.
Berjamaah maksudnya adalah berkumpul bersama dan bersatu. Lewat berjamaah, maka masyarakat bisa saling mengenal dan saling bersilaturahmi satu sama lain.
Ngarso Dalem pun juga mengatakan dengan berjamaah maka persatuan dan kesatuan bisa tercapai. Termasuk sebagai bagian dari bangsa Indonesia.
"Bangsa Indonesia dengan segala dinamikanya akan selalu diuji, maka harus selalu menggelorakan semangat kebangsaan, persaudaraan dan kemanusiaan," ujarnya.
Ngarso Dalem turut mengingatkan bahwa momen Syawalan ini harus dimanfaatkan sebagai refleksi. Terutama untuk meningkatkan rasa empati pada mereka yang merayakan Idulfitri di situasi yang sulit.
Ia pun ingin Idulfitri jadi momentum untuk meningkatkan rasa kemanusiaan. Sesuai dengan ajaran Islam yang menekankan pada semangat kasih sayang bagi sesama manusia.
"Idulfitri jadi momentum membina ikatan persatuan dan kesatuan," kata Ngarso Dalem.
Bupati Kulon Progo, Agung Setyawan menyatakan rasa hormat dan bangga pada Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X. Sebab beliau masih bersedia hadir untuk momen Syawalan di Kulon Progo di tengah kesibukannya.
Kehadiran orang nomor 1 di DIY itu dinilai menjadi penyemangat bagi jajaran di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo untuk bekerja lebih baik lagi. Khususnya dalam memberikan pelayanan pada masyarakat.
"Syawalan jadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan masyarakat serta memperkuat sinergi antar wilayah di DIY," jelas Agung.(alx)