Langkah PDAM Pringsewu Hadapi Musim Kemarau, Atur Distribusi Air Jika Debit Menurun
Reny Fitriani April 13, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Pringsewu – Perumda Air Minum Way Sekampung Kabupaten Pringsewu menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau tahun ini. 

Direktur Perumda Air Minum Way Sekampung, Muhammad Hatta memastikan, pelayanan air bersih kepada masyarakat tetap diupayakan berjalan optimal.

Hatta menjelaskan, pihaknya saat ini mengandalkan dua sumber air baku utama, yakni dari Bendungan Way Sekampung dengan kapasitas sekitar 100 liter per detik, serta sumber air terjun Way Sepagasan yang berada di wilayah Pagelaran Utara. 

Ia optimistis ketersediaan air dari kedua sumber tersebut masih relatif stabil saat musim kemarau.

“InsyaAllah ketersediaan air baku tidak mengalami penyusutan yang berarti, sehingga tidak berdampak pada operasional maupun pendistribusian,” ujarnya kepada Tribun Lampung, Senin (13/4/2026).

Baca Juga Jaga Suplai Air Musim Kemarau, PDAM Way Rilau Keruk Sedimentasi Bendungan Intake

Sebagai langkah antisipasi, Perumda juga melakukan koordinasi dengan operator bendungan guna menjaga kestabilan permukaan air. 

Sementara untuk sumber air terjun, dilakukan pemeliharaan pada area tangkapan air untuk mengantisipasi penurunan debit yang biasanya terjadi saat kemarau panjang.

Meski demikian, Hatta mengakui kemungkinan kebijakan penyesuaian distribusi akan dilakukan apabila terjadi penurunan signifikan pada sumber air baku. 

Salah satunya dengan pengaturan jam produksi dan distribusi air.

“Tujuannya agar masyarakat tetap mendapatkan air bersih meskipun ada keterbatasan, walaupun mungkin terjadi pengurangan jam distribusi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pengalaman kemarau panjang sebelumnya, termasuk saat fenomena El Nino tahun 2023, tidak memberikan dampak signifikan terhadap produksi maupun distribusi air PDAM di Pringsewu.

Saat ini, Perumda Air Minum Way Sekampung melayani sekitar 4.700 pelanggan yang tersebar di tiga kecamatan, yakni Pringsewu, Gading Rejo, dan Banyumas. 

Jumlah tersebut berpotensi meningkat menjadi lebih dari 5.000 pelanggan jika seluruh sambungan terpasang diaktifkan.

Hatta berharap masyarakat dapat menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. 

Menurutnya, penggunaan air yang hemat akan membantu menjaga stabilitas distribusi sekaligus meringankan beban pembayaran pelanggan.

“Kami berharap pelanggan lebih bijak dalam menggunakan air agar distribusi tetap merata dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” tandasnya.

(Tribunlampung.co.id/ Oky Indrajaya)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.