Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah – Bencana alam angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Kalirejo, Kabupaten Lampung Tengah pada Minggu (12/4/2026) sore.
Peristiwa yang disertai hujan deras tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada sektor industri rakyat. Khususnya produksi genteng, batu bata, dan budidaya jamur.
Camat Kalirejo Waluyo menyatakan bahwa cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Angin kencang seketika merobohkan bangunan produksi milik warga di Kampung Kalirejo dan sekitarnya.
"Kami sangat prihatin. Dampak bencana ini menyebabkan banyak tempat usaha batu bata, genteng, dan jamur roboh. Bahan baku dan tempat produksinya hancur, sehingga saat ini benar-benar tidak berfungsi lagi. Kerusakannya total," ujar Waluyo saat meninjau lokasi bencana, Senin (13/4/2026).
Baca juga: Puting Beliung Rusak Puluhan Rumah hingga Kebun Jagung di Lampung Tengah
Selain kerusakan fisik akibat badai, Waluyo menyoroti kondisi pelik yang dihadapi para pengusaha lokal. Sektor industri bata dan genteng di Kalirejo kini berada di titik nadir.
Pasalnya, sebelum musibah ini terjadi, para perajin sudah kesulitan beroperasi akibat kelangkaan bahan baku.
Penutupan tambang Galian C di wilayah tersebut membuat pasokan tanah liat terhenti, yang berujung pada tingginya angka pengangguran di sektor tersebut.
"Dampaknya sangat luas. Di belakang kita ini bisa dilihat, bahan baku untuk pengusaha batu bata praktis tidak ada sejak penutupan Galian C. Akibatnya, banyak pengangguran karena pekerja tidak bisa melakukan aktivitas produksi," lanjutnya.
Waluyo mengatakan, pemerintah Kecamatan Kalirejo bersama jajaran Pol PP telah melakukan pendataan di lapangan untuk memetakan total kerugian warga.
Waluyo berharap ada langkah konkret dari pemerintah daerah maupun provinsi untuk membantu memulihkan kondisi ekonomi warga.
Ia meminta Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Tengah segera turun tangan memberikan bantuan darurat kepada para pelaku usaha yang terdampak.
"Kami berharap dinas terkait, khususnya Dinas Sosial dan BPBD, bisa turun langsung. Kami juga akan berupaya menyampaikan aspirasi ini kepada Bapak Bupati agar ada solusi terkait kekurangan bahan baku tanah yang sangat dibutuhkan pengusaha di sini," pungkas Waluyo.
(Tribunlampung.co.id/Fajar Ihwani Sidiq)