- Aksi orangtua bawa bayi mendaki Gunung Ungaran hingga berakhir hipotermia kini jadi sorotan publik.
Diketahui, bayi 1,5 tahun tersebut mengalami hipotermia saat diajak orangtuanya mendaki Gunung Ungaran, Kabupaten Semarang.
Sejak awal pendaftaran, petugas basecamp sudah memberikan peringatan keras kepada orangtua bayi tersebut.
Hal ini dilakukan karena pendaki membawa anak di bawah umur di tengah kondisi alam yang tidak menentu.
Namun, peringatan tersebut tidak menyurutkan niat kedua orangtua sang bayi.
Mereka menyatakan sanggup menanggung risiko dan menjamin keselamatan buah hati mereka.
Atas dasar pernyataan kesanggupan tersebut, petugas akhirnya mengizinkan mereka naik.
Masalah mulai muncul ketika rombongan kecil ini sampai di Pos 4 Pendakian Jalur Perantunan.
Alih-alih kekompakan, pasangan suami-istri tersebut justru terlibat perselisihan.
Sang suami bersikeras ingin melanjutkan pendakian hingga ke puncak, sementara sang istri meminta untuk segera turun kembali ke basecamp.
Di tengah perdebatan orangtuanya, sang bayi mulai rewel dan menangis terus-menerus.
Saat itu, cuaca di ketinggian memang terasa sangat dingin.
Di sisi lain, Wido meluruskan bahwa penggunaan selimut darurat (blanket emergency) tersebut lebih bersifat preventif, bukan karena bayi sudah dalam kondisi kritis atau terkena hipotermia parah seperti kabar yang beredar.
Beruntung, ada anggota SAR yang sedang melakukan kegiatan SMR di sekitar lokasi.
Setelah ditenangkan dan diberikan kehangatan tambahan, bayi tersebut langsung dibawa turun bersama orangtuanya menuju basecamp.
#viral #viraldimediasosial #viralvideo #bayi #hipotermia #gunungungaran #jawatengah #timsar