TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng merancang program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 2026 sebagai langkah strategis untuk menanggulangi stunting, kemiskinan ekstrem, dan rendahnya literasi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur.
Program ini menjadi bentuk komitmen kampus dalam mengimplementasikan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) sekaligus mendukung gerakan nasional “Kampus Berdampak”.
Tingginya angka stunting di Manggarai Timur menjadi perhatian utama. Berdasarkan data hingga 2024, kasus stunting masih tergolong tinggi dan tersebar di berbagai desa dan kelurahan. Selain itu, capaian literasi dan numerasi siswa sekolah dasar juga masih rendah.
Menjawab kondisi tersebut, Unika Santu Paulus Ruteng mengambil peran melalui KKN Tematik dengan pendekatan edukasi, advokasi, dan pendampingan langsung di tengah masyarakat.
Baca juga: Mahasiswa PGSD Unika Ruteng Meriahkan Paskah di Stasi Santu Yosep Indrong Paroki Rekas
Program ini dirancang sebagai kontribusi nyata kampus dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya pada sektor kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
KKN Tematik 2026 akan dilaksanakan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur, mencakup 181 desa dan kelurahan di 10 kecamatan.
Sasaran program tidak hanya anak-anak yang mengalami stunting, tetapi juga keluarga, pelajar, remaja, hingga tokoh masyarakat.
Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Pelaksanaan KKN Tematik difokuskan pada empat isu utama, yakni:
- Pernikahan dini, melalui edukasi kesehatan reproduksi dan literasi media.
- Sanitasi lingkungan, seperti pola hidup bersih dan pengelolaan sampah.
- Akses air bersih, termasuk pelestarian sumber air dan perbaikan fasilitas.
- Asupan gizi, melalui edukasi gizi seimbang, pencegahan stunting, hingga pemanfaatan pangan lokal.
Libatkan Berbagai Pihak
Untuk memastikan program berjalan optimal, pihak kampus akan berkolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, lembaga swadaya masyarakat, serta institusi keagamaan.
Kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan program yang terintegrasi dan berkelanjutan.
KKN Tematik 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, mulai Juli hingga Agustus 2026. Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama mitra, dilanjutkan persiapan mahasiswa, pelaksanaan di lapangan, hingga evaluasi program.
Mahasiswa akan diterjunkan langsung ke lokasi pada awal Juli 2026 untuk menjalankan berbagai program berbasis kebutuhan masyarakat.
Melalui program ini, Unika Santu Paulus Ruteng menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga berkontribusi langsung bagi masyarakat.
KKN Tematik diharapkan menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar dari masyarakat sekaligus menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif.
Dengan pendekatan kolaboratif dan berbasis kebutuhan lokal, program ini ditargetkan mampu menurunkan angka stunting, meningkatkan literasi, serta mendorong kesejahteraan masyarakat Manggarai Timur secara berkelanjutan.