TRIBUNBANTEN.COM, SERANG - Aliansi Serikat Pekerja Buruh (ASPSB) Kota Serang menyatakan dukungannya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Serang untuk membuka peluang investasi seluas-luasnya sebagai upaya menekan angka pengangguran.
Dukungan tersebut disampaikan Ketua ASPSB Kota Serang, Teguh Prinaryanto, bersama rombongan saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di ruang kerjanya, Senin (13/4/2026).
"Kami tetap menjaga kondusivitas supaya investasi masuk ke Kota Serang, sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran yang cukup tinggi. Itu amanah Pak Wali tadi," ujarnya.
ASPSB juga menyatakan dukungan penuh terhadap masuknya investasi besar serta rencana menjadikan Kota Serang sebagai kawasan industri.
Selama ini, Kota Serang dinilai belum memiliki industri besar yang mampu menyerap banyak tenaga kerja lokal.
"Tentu kami bersyukur. Karena rata-rata pekerja penduduk Kota Serang kerjanya kan di luar. Ada yang di Cilegon, ada yang di Kabupaten Serang. Kalau investasinya berjalan tentu akan mengurangi tingkat pengangguran dan tentu kita akan support, kita dukung," ucap Teguh.
Saat ini, Pemkot Serang tengah menyusun Peraturan Wali Kota (Perwal) tentang 80 persen penyerapan tenaga kerja lokal.
Terkait hal tersebut, ASPSB menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh.
"Itu tentu kita dukung sekali, karena kita berharap mengutamakan pemuda-pemuda lulusan yang di Serang, sehingga kalau sebagian kita sudah bekerja tentu tingkat kriminalitas juga akan berkurang. Semakin banyak pengangguran, kriminalitas juga akan semakin bertambah," tegasnya.
Baca juga: Pemkot Serang Betonisasi 17 Ruas Jalan Tahun 2026, Anggaran Capai Rp75 Miliar
Sementara itu, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, menekankan pentingnya peran seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat dalam mendukung iklim investasi.
Menurutnya, investasi menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan Kota Serang yang maju, bahagia, dan sejahtera.
Ia menjelaskan masyarakat yang memiliki pekerjaan layak dengan penghasilan cukup cenderung memiliki tingkat kesejahteraan dan kebahagiaan yang lebih baik.
"Ketika dia sudah punya gaji, sudah bekerja dengan layak dan baik, tentunya hatinya bahagia," kata Budi.
Budi juga mengingatkan dukungan semua pihak sangat dibutuhkan, terutama dalam menjaga iklim investasi tetap kondusif.
Ia menegaskan agar tidak ada praktik pungutan liar (pungli), khususnya dalam proses penyerapan tenaga kerja pada sektor investasi padat karya.
"Makanya langsung dipegang oleh Disnaker, dengan organisasi serikat buruh boleh sama-sama mengawal, agar anak cucu kita khususnya warga Kota Serang bisa bekerja dengan baik tanpa ada pungutan liar," tegasnya.