Rekrutmen Siswa dan Guru Sekolah Rakyat, Dinsos Malteng Tunggu Petunjuk Kemensos
Mesya Marasabessy April 13, 2026 06:52 PM

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo

‎MALTENG,TRIBUNAMBON.COM - Masa  persekolahan tahun ajaran 2025/2026 bakal berakhir dalam beberapa bulan ke depan.

‎Tentu, dunia pendidikan pada bangku Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Akhir (SMA) akan memasuki masa-masa penerimaan siswa baru.

‎Bukan saja pada sekolah negeri ataupun sekolah yayasan, penerimaan siswa baru juga akan dibuka untuk Sekolah Rakyat (SR) yang merupakan program besutan Presiden Prabowo.

‎Di Kabupaten Maluku Tengah, Sekolah Rakyat Perintis atau yang ber-nomenklatur 'Sekolah Rakyat Terintegrasi 73 Maluku Tengah' telah beroperasi, namun baru menyentuh segmentasi siswa tingkat SMP.

‎Pekerjaan bangunan permanen SR Kabupaten Maluku Tengah pun sedang dilakukan dan ditargetkan rampung pada Juni 2026.

‎Bangunan SR tersebut diproyeksikan akan menjadi sekolah dan asrama tuk siswa dari tingkat SD - SMA, namun saat ini Dinas Sosial Maluku Tengah masih menunggu petunjuk teknis Kementerian Sosial (Kemensos) terkait perekrutan siswa maupun guru.

‎"Ini sudah difasilitasi oleh Provinsi untuk menanyakan ini ke Kemensos terkait dengan tahapan rekruitmen siswa apakah mengikuti yang sudah kami lakukan di sekolah, ataukah ada ketentuan lain dari kemensos untuk perekrutan siswa," jelas Plt. Kepala Dinas Sosial Maluku Tengah, Ruslan Wailissa saat dikonfirmasi awak media awal April 2026 lalu. 

‎Ruslan Wailissa menyebut, SK SR Rintisan hanya berlaku untuk sekolah jenjang SMP.

‎"Karena kita tahu bersama SK Sekolah Rintisan itu hanya diberlakukan di jenjang SMP," jelas Kadis.

Baca juga: Wakapolda Maluku Tekankan Anggota Polri Jangan Cederai Nama Baik Institusi

Baca juga: Pemerataan Kualitas Pendidikan, SDN 356 Malteng di Manusela Diupayakan Miliki Bangunan Permanen

‎Sementara Sekolah Rakyat permanen berlaku untuk jenjang SD, SMP, SMA, maka ia meyakini persyaratan (rekrutmen) pasti berubah.

‎"Yang permanen ini dimulai dari jenjang SD,SMP, dan SMA, berarti inikan persyaratan pasti berubah. Untuk itu kami sedang menunggu petunjuk dari Kemensos," ulasnya.

‎Pun sama halnya dengan perekrutan guru dan tenaga kependidikan untuk jenjang SD dan SMA.

‎"Untuk guru dan tenaga kependidikan juga sama karena di SK Rintisan itu guru yang tersedia itu juga guru SMP. Otomatis nanti di SR itu membutuhkan tenaga guru, tenaga kependidikan untuk SD dan SMP, SR rintisan pun masih ada beberapa kekurangan terutama tenaga guru," ungkap Ruslan Wailissa.

‎Ia berharap agar kedepan pihaknya bisa memiliki standar untuk sebuah Sekolah Rakyat permanen ini.

‎Di samping itu, dirinya juga mengatakan bahwa pekerjaan Sekolah Rakyat permanen sudah di angka 12 persen.

‎"Progres itu per hari ini sudah 12 persen pembangunan Sekolah Rakyat, target rampung nanti di bulan Juni. Optimis rampung di bulan Juni karena per Agustus itu sudah on proses belajar mengajar," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.