BANGKAPOS.COM -- Kreator konten edukasi Jerome Polin tengah menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman pahit dalam dunia bisnis yang membuatnya merugi hingga puluhan miliar rupiah.
Figur yang dikenal piawai di bidang matematika ini disebut-sebut menjadi korban dugaan penipuan dengan nilai mencapai Rp 38 miliar.
Kabar tersebut pun langsung menarik perhatian publik, mengingat citra Jerome selama ini identik dengan sosok yang teliti dan rasional.
Baca juga: Viral Sekda Bangkalan Ismet Efendi Tertidur Saat Rapat, Berkut Profil dan Harta Kekayaan
Informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku diduga memiliki keahlian dalam memanipulasi laporan keuangan.
Modus tersebut membuat kondisi finansial perusahaan terlihat baik-baik saja di atas kertas.
Tak hanya itu, skema bisnis yang disusun juga tampak rapi, legal, dan menjanjikan keuntungan, sehingga menumbuhkan kepercayaan besar dari Jerome untuk menginvestasikan dana dalam jumlah signifikan.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa siapa pun, termasuk mereka yang memiliki latar belakang akademis kuat, tetap berpotensi menjadi korban jika tidak melakukan pengawasan ketat.
Kini, persoalan tersebut menjadi perhatian luas sekaligus menyoroti pentingnya transparansi dan kontrol dalam pengelolaan bisnis.
Seperti diketahui, Jerome Polin mengalami kerugian hingga Rp 38 miliar dalam bisnis Menantea sebelum akhirnya memutuskan menutup seluruh operasionalnya mulai 25 April 2026.
Banyak pihak merasa heran, mengingat latar belakang pendidikan Jerome dan keluarganya, namun tetap bisa terjebak dalam situasi tersebut.
Menjawab hal itu, Jerome mengakui kesalahan di awal perjalanan bisnisnya, yakni terlalu percaya dan menyerahkan sepenuhnya pengelolaan keuangan kepada satu orang.
"Karena dia ini laporan keuangannya selalu dari Excel, dari Excel kita ngecekin laporan keuangannya," ungkap Jerome di Celloszxz.
Ia mengaku sempat mempercayai laporan berbasis Excel tersebut tanpa menyadari potensi manipulasi. Hingga akhirnya pada 2023, ia menerima laporan bahwa dana perusahaan telah habis.
"Ketahuan, Excel itu bohong. Bisa di edit Excel kan," ujarnya.
Dari situ, Jerome mulai menelusuri mutasi rekening secara langsung dan menemukan ketidaksesuaian antara laporan yang diterima dengan kondisi saldo sebenarnya.
"Kesalahan gua adalah, gua enggak ngecek mutasi," ungkapnya.
Jerome menyebut keuangan Menantea kosong dan diketahui rugi hingga Rp 38 miliar.
"Jadi duit yang dipindahin itu sekitar Rp 38 (Miliar), ada beberapa yang dibalikin untuk bayar operasional," jelas Jerome.
"Total Rp 5-6 miliar yang diambil. Ternyata duitnya itu dipakai buat nutupin lubangnya dia yang lain," ujarnya lagi.
Jerome bahkan menggunakan uang pribadinya untuk melanjutkan operasional Menantea hingga kontrak dengan para Mitra selesai, yaitu di tanggal 25 April 2026 nanti.
"Tapi gua kan invest lagi demi nyelamatin Menantea," kata Jerome
Jerome menyebut kesibukannya dengan bisnis lain saat itu membuat dia mempercayai oknum itu mengelola semuanya di Menantea.
"Saling percaya, bisnis kan saling percaya. Kalau enggak ya ngapain partneran, gua urus sendiri aja finance-nya," ujar Jerome.
"Tapi ya this person itu udah jago banget nilep duit sih menurut aku," sambungnya.
Jerome bukan orang pertama Setelah mengangkat kerugian yang dialami, Jerome baru kemudian tahu bahwa ternyata korbannya bukan hanya dia, tapi banyak selebgram dan artis lain.
Sebut aja bisnis Ngikan milik Okin yang sempat populer, kemudian Nyapii milik Edho Zell, Sempatin milik mendiang Babe Cabita.
"Lebih parah lagi mereka, bang Okin tuh," kata Jerome.
"Karena mereka itu minority. Kalau di Menantea kan masing-masing 25 persen, si anu 25 persen. Tapi kalau di lain kayak di Ngikan, Nyapii, Sempatin, Nyayap juga kena itu," sambungnya.
(TribunNewsmaker.com/TribunnewsBogor.com/Bangkapos.com)