Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, menyampaikan permohonan maaf kepada suporter Garuda usai gagal meraih gelar juara ASEAN Futsal Championship (Piala AFF) 2026.
Seperti diketahui, Timnas Futsal Indonesia takluk 1-2 dari tuan rumah, Thailand.
Kegagalan Indonesia di partai final menyisakan kekecewaan, namun Hector Souto menegaskan bahwa perjuangan tim tetap layak diapresiasi.
Ia meminta para pendukung untuk tetap bangga dengan pencapaian skuad Garuda.
“Maaf kami tidak bisa memenangkan final ini. Saya selalu berfokus untuk mencoba menang. Tapi dengan semua konteks yang ada, kami seharusnya lebih dari bangga,” ujar Souto seusai laga, Minggu (12/4/2026).
Pelatih asal Spanyol itu menilai perjalanan tim di turnamen ini merupakan bagian penting dari proses pembangunan jangka panjang.
Baca juga: Timnas Indonesia Runner Up Piala AFF Futsal 2026, Hector Souto Bicara Pentingnya Regenerasi Pemain
Souto bahkan menyebut Indonesia kini memiliki fondasi skuad yang semakin luas dan kompetitif.
Menurutnya salah satu strategi utama yang diterapkan adalah memberikan kesempatan bermain kepada banyak pemain.
Hal tersebut dilakukan untuk memperluas kedalaman skuad dan membangun regenerasi tim nasional.
Souto juga mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia memiliki sekitar 30 hingga lebih dari 30 pemain yang berada dalam radar tim nasional.
Beberapa di antaranya merupakan pemain muda yang dinilai tampil menjanjikan sepanjang turnamen.
“Kami memberikan kesempatan kepada semua pemain, dan mereka melakukannya dengan sangat baik. Ini adalah bagian dari proses membangun tim nasional yang kuat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Souto optimistis dalam dua tahun ke depan akan muncul pemain-pemain baru yang mampu memperkuat timnas.
Selain soal teknis tim, Souto juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam futsal Indonesia.
Kedepan ia berharap futsal dapat dipandang sebagai profesi yang serius sehingga para pemain bisa berkembang secara optimal.
“Saya berharap suatu hari futsal dianggap sebagai pekerjaan yang serius. Pemain bisa bermain dan belajar, memiliki kondisi dan pekerjaan yang baik,” harap Souto.
Ia menambahkan bahwa dirinya terus berupaya memperkuat sistem, termasuk dalam lingkup federasi, guna menciptakan ekosistem futsal yang lebih baik di Indonesia.
“Saya mencoba memperkuat federasi dan membuat konteks kami semakin baik. Saya berharap ada lebih banyak kesempatan dan kondisi yang lebih baik di masa depan. Itu adalah mimpi besar saya untuk futsal Indonesia,” pungkasnya.