Madura Terpopuler: Cuaca Ekstrem Bangkalan hingga Gerakan Anak Picu Kecelakaan Maut di Sampang
Dwi Prastika April 13, 2026 06:48 PM

Kemudian kecelakaan sepeda motor vs truk di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura, yang menewaskan seorang ibu.

Lalu desakan Anggota DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, agar reklamasi di pesisir pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, dihentikan karena menjadi polemik.

Cuaca Ekstrem Terjang Bangkalan, Plafon Rumah Warga Rontok Tersambar Petir

PANCAROBA - Hujan deras sesaat disertai angin kencang dalam sepekan terakhir yang menerjang kawasan Bangkalan, seolah mengabarkan bahwa musim penghujan akan segera berlalu. Musim kekeringan diprediksi BPBD Bangkalan mulai terjadi pada akhir April atau awal Mei hingga akhir tahun 2026.    
PANCAROBA - Hujan deras sesaat disertai angin kencang dalam sepekan terakhir yang menerjang kawasan Bangkalan, seolah mengabarkan bahwa musim penghujan akan segera berlalu. Musim kekeringan diprediksi BPBD Bangkalan mulai terjadi pada akhir April atau awal Mei hingga akhir tahun 2026.     (TribunMadura.com/Ahmad Faisol)

Hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi disertai petir melanda Kabupaten Bangkalan, Madura, sejak Sabtu (11/4/2026) sore hingga malam.

Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan kerusakan pada salah satu rumah warga di Jalan Manggis, Kecamatan Burneh, Bangkalan.

Kehadiran hujan dan gelegar suara petir yang biasanya diawali dengan terik panas matahari itu, mewarnai kondisi cuaca esktrem di masa peralihan musim penghujan ke musim kemarau. 

Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Bangkalan, Arif Rahmad Surya Atmaja, mengatakan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini dipengaruhi masa pancaroba, yakni peralihan dari musim hujan ke musim kemarau.

"Plafon kamar mandi rontok terdampak sambaran petir di halaman rumah warga Desa/Kecamatan Burneh tadi malam, tidak ada korban jiwa. Memang cuaca akhir-akhir ini berubah cepat, ada panas disusul hujan disertai petir dan cuaca panas lagi," ungkap Arif kepada TribunMadura.com, Minggu (12/4/2026). 

Cuaca ekstrem yang datang secara sporadis hingga jelang tengah malam itu selaras dengan rilis tiga harian Peringatan Dini Hujan Jawa Timur yang diterima BPBD Bangkalan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda pada Jumat (10/4/2026). 

Disebutkan dalam rilisnya, BMKG mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai sambaran petir menimpa Bangkalan, Blitar, Kota Batu, Madiun, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Pasuruan, Sampang, Tuban, Magetan, Ngawi, dan Ponorogo. 

Untuk dua hari ke depan, Minggu (12/4/2026) dan Senin (13/4/2026), Kabupaten Bangkalan diprediksi aman dari curah hujan maupun badai petir.

Baca Selengkapnya di Sini

Gerakan Anak Diduga Picu Kecelakaan di Sampang

KECELAKAAN MAUT : Lokasi tabrakan antara sepeda motor vs truk terjadi di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura pada (11/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.
KECELAKAAN MAUT : Lokasi tabrakan antara sepeda motor vs truk terjadi di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura pada Sabtu (11/4/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka. (Istimewa)

Tabrakan depan antara sepeda motor dan truk terjadi di Jalan Raya Desa Taddan, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura pada Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Insiden tersebut mengakibatkan satu korban meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Peristiwa bermula saat sepeda motor bernomor polisi M 6401 NK yang dikendarai Septi Aisyah (32), warga Kelurahan Rongtengah, Sampang, melaju dari arah barat ke timur. 

Pengemudi saat itu membonceng anaknya yang masih balita, N (3), yang berada di bagian depan.

Saat tiba di lokasi kejadian, motor yang dikendarai korban tiba-tiba oleng ke arah kanan. 

Diduga, gerakan sang anak membuat pengendara kehilangan kendali.

Di saat bersamaan, dari arah berlawanan melaju truk bernomor polisi T 9032 AA yang dikemudikan Wahyu Nugroho (32), warga Mojokerto, dengan penumpang Muhamad Islakul Muminin (19), warga Bojonegoro.

Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan pun tak terhindarkan.

Benturan keras terjadi tepat di badan jalan.

Akibat kejadian tersebut, Septi Aisyah mengalami luka berat dan sempat dilarikan ke RSUD Sampang.

Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.

"Pengendara sepeda motor meninggal dunia di RSUD Sampang, sedangkan anaknya mengalami luka-luka dan dirawat di RSUD," kata Kasi Humas Polres Sampang, AKP Eko Puji Waluyo, Minggu (12/4/2026).

Sementara itu, sopir truk Wahyu Nugroho dan penumpangnya dilaporkan dalam kondisi selamat tanpa mengalami luka.

Baca Selengkapnya di Sini

DPRD Jatim Desak Reklamasi di Gersik Putih Sumenep Dihentikan

REKLAMASI SUMENEP - Anggota DPRD Jatim, Nur Faizin di sela rapat paripurna di gedung dewan. Politisi Muda PKB ini mendesak agar reklamasi di Gersik Putih, Sumenep, dihentikan, karena ada penolakan dari warga setempat, juga proses hukum masih berlangsung, Jumat (10/4/2026).
REKLAMASI SUMENEP - Anggota DPRD Jatim, Nur Faizin di sela rapat paripurna di gedung dewan. Politisi Muda PKB ini mendesak agar reklamasi di Gersik Putih, Sumenep, dihentikan, karena ada penolakan dari warga setempat, juga proses hukum masih berlangsung, Jumat (10/4/2026). (Istimewa/Tribun Jatim Network)

Anggota DPRD Jawa Timur, Nur Faizin, menanggapi soal polemik reklamasi di pesisir pantai Desa Gersik Putih, Kecamatan Gapura, Kabupaten Sumenep, Madura, Jumat (10/4/2026).

Dia mendesak agar rencana reklamasi tidak diteruskan, mengingat warga setempat terus melakukan penolakan. 

Dalam beberapa hari terakhir, warga Dusun Tapakerbau memang melakukan penolakan.

Mereka mengadang dan menaiki ekskavator agar aktivitas pengurukan pasir untuk proyek tambak garam tidak dilanjutkan.

Nur Faizin mengingatkan agar reklamasi tidak diteruskan dahulu dan menghormati proses hukum. 

Sebagai informasi, Polda Jatim melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) memang tengah melanjutkan penyidikan terkait dugaan pemalsuan dokumen serta penyalahgunaan wewenang dalam penerbitan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang menjadi dasar klaim lahan tersebut.

"Karena permasalahan ini merambat ke pelaporan dan sudah masuk di tahap penyidikan, maka pihak-pihak harus bisa menahan diri tidak melakukan aktivitas pengurukan di pesisir pantai," kata Nur Faizin dalam penjelasannya kepada wartawan, Jumat (10/4/2026). 

Politisi muda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, jika ada pihak yang memaksa melakukan pengurukan untuk tambak garam, maka dikhawatirkan akan terjadi bentrok yang melebar di antara sesama warga.

Ia tidak ingin warga dirugikan.

Selain sisi hukum, Nur Faizin juga mengingatkan terkait aspek sosial. 

Baca Selengkapnya di Sini

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.