Laporan Wartawan Tribunpalu.com, Andika Satria Bharata
TRIBUNPALU.COM, PALU - Pelaksanaan Paskah Nasional V Tahun 2026 di Sulawesi Tengah tak hanya menjadi agenda keagamaan, tetapi juga momentum kolaborasi lintas elemen masyarakat, mulai dari organisasi keagamaan hingga pelaku usaha lokal.
Wakil Bupati Sigi, Samuel Yasen Pongi, menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat luas menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan ini.
“Walaupun tidak ada festival budaya secara khusus, kami tetap melibatkan masyarakat umum melalui kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan operasi katarak,” ujarnya dalam podcast TribunPalu.com, Senin (12/4/2026).
Selain itu, masyarakat sekitar lokasi kegiatan juga diberi ruang untuk berpartisipasi melalui aktivitas ekonomi.
Pelaku UMKM dipersilakan membuka lapak untuk melayani kebutuhan ribuan peserta yang diperkirakan hadir.
“Nanti masyarakat bisa berjualan, berinteraksi. Ini juga menjadi peluang ekonomi,” jelasnya.
Baca juga: Karnaval Budaya Meriahkan Perayaan HUT Sulteng ke-62 Tahun
Kemeriahan Paskah Nasional V juga akan semakin terasa dengan kehadiran penyanyi ibu kota yang dijadwalkan tampil dalam rangkaian acara, khususnya pada konser doa pembuka.
Salah satu yang dipastikan hadir adalah Once Mekel.
Kehadiran mantan vokalis Dewa 19 tersebut diharapkan mampu menarik antusiasme masyarakat, terutama generasi muda, sekaligus menambah semarak suasana perayaan Paskah Nasional di Sulawesi Tengah.
Dalam aspek keamanan, panitia melibatkan aparat kepolisian, TNI, serta pemuda lintas organisasi. Salah satu yang turut berperan aktif adalah pemuda dari Alkhairaat.
Samuel menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh dari pihak Alkhairaat, termasuk keterlibatan tokoh dan pemuda dalam membantu pengamanan kegiatan.
“Saat kami audiensi, Habib Alwi bersama pengurus menyatakan dukungan penuh. Bahkan pemuda Alkhairaat siap ikut membantu,” katanya.
Keterlibatan masyarakat juga terlihat dalam pengelolaan parkir yang diperkirakan akan melayani hingga puluhan ribu pengunjung. Pengelolaan ini dilakukan secara kolaboratif bersama masyarakat desa setempat.
Baca juga: Visi Besar Paskah Nasional V: Satukan Denominasi, Perkuat Persaudaraan Umat
Panitia menetapkan tarif parkir sesuai peraturan daerah, yakni Rp5.000 untuk mobil dan Rp2.000 untuk sepeda motor.
Hasil dari pengelolaan tersebut direncanakan turut mendukung pembangunan masjid di wilayah setempat.
“Ini bentuk gotong royong. Ada nilai ibadah sekaligus manfaat sosial,” tambahnya.
Sementara itu, untuk puncak kegiatan, panitia telah menetapkan skema pelaksanaan berdasarkan arahan Kementerian Agama.
Ibadah akan digelar terlebih dahulu pada sore hari, kemudian dilanjutkan dengan seremoni setelah waktu magrib.
Dengan persiapan matang dan kolaborasi lintas sektor, panitia optimistis Paskah Nasional V akan berlangsung lancar, aman, dan memberi dampak positif bagi masyarakat luas. (*)