Komentar Orang Tua dari Siswa yang Diduga Jadi Korban Penganiayaan di Pesantren, Ungkap Kondisi Anak
Ardhina Trisila Sakti April 13, 2026 06:40 PM

BANGKA POS.COM, BANGKA -- Perasaan terkejut dan tak menyangka, dirasakan warga Kace, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka saat mendapat kabar anaknya diduga menjadi korban penganiayaan di salah satu Pondok Pesantren, Sabtu (11/4/2026) lalu.

Warga Kace mendatangi Polda Bangka Belitung (Babel), guna membuat laporan polisi atas kejadian yang menimpa anaknya hingga harus mendapat perawatan medis di rumah sakit di Pangkalpinang, Senin (13/4/2026) sore.

"Saya tahu informasi ini dari santri yang datang ke rumah, katanya anak saya sudah di rumah sakit," ungkap Yanto saat ditemui di SPKT Mapolda Babel.

Lebih lanjut ia menyebutkan, saat melihat kondisi korban sangat memperhatikan dan berdasarkan pengakuan sang anak, kekerasan tersebut diduga dilakukan oleh kakak kelas dan pembina pesantren.

"Kondisi anak saya terdapat memar serius di bagian dada dan kepala, korban mengaku dipukul menggunakan rantai dan korban dilaporkan masih mengalami trauma dan bicaranya masih belum stabil (kacau)," bebernya.

Ia juga berharap melalui laporan ini, ia meminta ada keadilan bagi anaknya dan perbaikan sistem pengawasan di lingkungan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

"Harapan saya, cukuplah anak saya yang jadi korban. Saya minta sistem di pondok diperbaiki dan para pelaku diproses secara hukum," ucapnya.

Ia sangat kecewa terhadap pihak pesantren yang terkesan tertutup dan belum ada itikad baik untuk menjelaskan duduk perkara kepada keluarga.

"Sampai saat ini belum ada pihak pondok, yang datang menemui kami atau memberikan penjelasan dan kita harap kasus ini dituntaskan secara maksimal," tegasnya.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.