- Inggris meninggalkan AS dan menegaskan tidak akan terlibat dalam blokade militer AS terhadap Iran di Selat Hormuz.
Kapal angkatan laut dan tentara Inggris menegaskan tidak akan turun tangan memblokir pelabuhan Iran. Namun, kapal penyapu ranjau dan kemampuan anti-drone Inggris akan terus beroperasi di wilayah tersebut.
Juru bicara pemerintah Inggris menegaskan bahwa Inggris terus mendukung pembukaan Selat Hormuz sebagai dukungan ekonomi global. Namun Inggris tak mengikuti jalan AS yang memilih memblokade Selat Hormuz.
Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menggarisbawahi perlunya kerja sama koalisi mitra yang luas untuk melindungi kebebasan navigasi di Selat Hormuz. "Kami sedang bekerja secara mendesak dengan Prancis dan mitra lainnya untuk membentuk koalisi luas guna melindungi kebebasan navigasi," jelas juru bicara itu.
Keir Starmer juga menambahkan, kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz tidak boleh dikenakan biaya. Hal ini seiring laporan bahwa Iran telah mulai menuntut biaya transit sebesar 2 juta dollar AS atau sekitar Rp 34 miliar untuk kapal tanker yang melewati Selat tersebut.
Keir telah berulang kali menolak keterlibatan langsung militer Inggris dalam konflik tersebut. Sementara itu, AS mengumumkan blokade Selat Hormuz, seusai perundingan dengan Iran gagal mencapai kesepakatan.
Setelah para negosiator AS dan Iran bertemu di Islamabad, Pakistan, Presiden Donald Trump mengatakan, AS akan mulai memblokade semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.