TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Situbondo - Sebanyak 990 calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Situbondo dipastikan berangkat menunaikan ibadah haji pada tahun 2026. Dari total kuota sebanyak 1.011 jemaah, terdiri dari 877 jemaah reguler dan 134 jemaah cadangan. Kepastian ini disampaikan oleh Kantor Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Situbondo.
Kepala Kantor Haji dan Umrah Kemenag Situbondo, Rif’an Junaidi, menjelaskan jumlah jemaah yang berangkat tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Ya untuk CJH Situbondo yang pasti berangkat seluruhnya sebanyak 990 orang. Dari total jamaah sebanyak 1011, tapi yang berangkat sebanyak 990 orang CJH, sedangkan tahun lalu ada sekitar 800 orang lebih," jelasnya, Senin (13/04/2026).
Baca juga: Berangkat Mei, Kuota Haji Bondowoso 2026 Bertambah Jadi 916 Jemaah dalam 3 Kloter
Para jemaah akan dibagi ke dalam empat kelompok terbang (kloter), yaitu kloter 87, 88, 89, dan 90.
Adapun jadwal pemberangkatan direncanakan mulai 14 Mei 2026.
"Untuk jadwal pemberangkatan CJH itu akan diberangkatkan pada tanggal 14 Mei 2026," ucap Rif’an.
Terkait isu konflik di Timur Tengah, Kemenag memastikan tidak ada dampak terhadap penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
Baca juga: Buka Manasik Haji Terintegrasi, Gus Shobih Tekankan Kesiapan Fisik dan Mental Untuk 1.613 CJH.
Rif’an menekankan aspek kesehatan menjadi syarat utama atau istito’ah bagi calon jamaah haji. Jamaah wajib menjalani pemeriksaan kesehatan di fasilitas layanan seperti puskesmas dan rumah sakit.
Jika tidak memenuhi syarat kesehatan, keberangkatan akan ditunda ke tahun berikutnya.
"Sekarang ini kesehatan menjadi syarat istito'ah jemaah haji," katanya.
Baca juga: Pelunasan Haji di Jember Tembus 3.055 Orang, Capai 107 Persen Kuota
"Kalau pemeriksaannya memenuhi syarat ya berangkat, tapi kalau tidak memenuhi syarat diberi waktu treatment. Jika tetap tidak memenuhi, ditunda tahun depan," pungkasnya.
Kemenag menyebut persiapan haji tahun ini dilakukan lebih awal. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapan jamaah sekaligus mengantisipasi berbagai kendala yang sempat terjadi pada tahun sebelumnya, terutama terkait layanan di Arab Saudi.
"Insya Allah mudah-mudahan tidak ada problem lagi. Kalaupun ada, itu sudah diantisipasi," ujarnya.
Selain kesehatan, jamaah juga diimbau untuk mempersiapkan pengetahuan manasik haji serta bekal yang cukup sebelum keberangkatan.