Warga Kebon IX Temukan Mayat Membusuk di Dalam Kanal
Tommy Kurniawan April 13, 2026 07:49 PM

TRIBUNJAMBI.COM – Warga RT 16, Desa Kebon IX, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi mendadak gempar pada Senin (13/4) pagi. Pasalnya, sesosok mayat pria ditemukan mengapung di dalam kanal dalam kondisi yang mengenaskan.

​Informasi yang dihimpun, peristiwa bermula sekira pukul 08.30 WIB, saat dua orang warga bernama Sainem dan Painah, hendak pergi memancing di area kanal tersebut. Saat hendak menyeberangi kanal, pandangan mereka tertuju pada objek yang menyerupai tangan manusia.

​"Awalnya terlihat tangan, pas dilihat lebih dekat ternyata ada mayat laki-laki dalam posisi terlentang di dalam kanal," ujar warga.

​Kondisi jasad saat ditemukan sudah dalam keadaan membengkak dan bagian wajah sudah berubah menjadi tengkorak, sehingga sulit dikenali secara kasat mata di lokasi

​Melihat kejadian tersebut, kedua saksi segera melaporkan temuan itu kepada Ahmad Suwondo yang merupakan Ketua RT setempat. 

Mendapat laporan itu, ketua RT bersama warga langsung berbondong-bondong datang kelokasi dan kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

​Mendapat laporan tersebut, unit Reskrim Polsek Sungai Gelam yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Iptu Doli Dongoran, S.H., dan Kanit Reskrim Ipda Ardianas, S.H., M.H., langsung meluncur ke lokasi pada pukul 09.00 WIB untuk kemudian dilakukan melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) secara mendalam.

Baca juga: 361 Pelajar Kota Jambi, Ikuti Seleksi Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka

​Berdasarkan hasil identifikasi lebih lanjut oleh pihak kepolisian, korban diketahui berinisial ZA (59) yang merupakan warga RT 09, Kelurahan Simpang Tiga Sipin, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.

Kasi Humas Polres Muaro Jambi, AKP Saaludin menyebut bahwa mayat tersebut ditemukan dalam keadaan mengapung dan diduga kuat telah meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.

​"Kami sudah melakukan olah TKP bersama Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Muaro Jambi. Saat ini jenazah telah dievakuasi untuk prosedur lebih lanjut guna mengetahui penyebab pasti kematian korban," kata Saaludin. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.