Cegah Jemaah Gagal Berangkat, Skrining Kesehatan Haji Embarkasi Banjarmasin 2026 Diperketat    
Irfani Rahman April 13, 2026 07:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU – Aspek kesehatan menjadi perhatian utama dalam persiapan penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi di Kalimantan Selatan.

Evaluasi tahun sebelumnya yang masih menyisakan kasus jemaah batal berangkat akibat kondisi kesehatan mendorong penguatan koordinasi lintas sektor sejak tahap awal.

Hal itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Bidang Kesehatan Embarkasi Banjarmasin yang digelar Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas I Banjarmasin di Asrama Haji, Senin (13/4/2026).

Kepala BKK Kelas I Banjarmasin, Maman Sudirman menegaskan, kesehatan menjadi faktor penentu keberhasilan ibadah haji, bahkan sejak sebelum jemaah diberangkatkan.

“Jangan sampai ada jemaah yang gagal berangkat karena kondisi kesehatan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak di daerah. Ini menjadi catatan penting bagi kita semua,” ujarnya.

Baca juga: BREAKING NEWS- Diterpa Angin Kencang, Sejumlah Tenda UMKM di Balangan Expo 2026 Ambruk

Baca juga: Hasil Audit Inspektorat Banjarmasin, 5 SKPD Ini Kembalikan Dana ke Daerah, Totalnya Rp3,4 Miliar

Menurut Maman, temuan penyakit menular saat proses embarkasi serta adanya jemaah yang tidak laik terbang menjadi evaluasi serius. Karena itu, koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dinilai harus diperkuat, khususnya dalam proses skrining kesehatan.

Untuk musim haji 2026, BKK menargetkan seluruh jemaah dapat berangkat dalam kondisi sehat. Target tersebut sejalan dengan upaya menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas.

“Fokus kita satu, memastikan jemaah sehat, aman, dan bisa menjalankan ibadah dengan optimal,” tegasnya.

Selain penguatan deteksi dini, kesiapan teknis juga menjadi perhatian, mulai dari logistik kesehatan, sistem rujukan medis, hingga pengawasan sanitasi di asrama, pesawat, dan katering.

Sementara itu, Kepala Bagian Tata Usaha Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalsel, Edy Murianto menekankan, penyelenggaraan haji tahun ini mengacu pada regulasi terbaru yang memperkuat tanggung jawab pemerintah dalam pelayanan jemaah.

“Penyelenggaraan haji tidak hanya soal keberangkatan dan pemulangan, tetapi memastikan jemaah dapat beribadah dengan aman, tertib, dan nyaman, termasuk dari sisi kesehatan,” katanya.

Ia menjelaskan, seluruh tahapan persiapan terus dimatangkan, mulai dari pelunasan biaya haji, rekrutmen petugas, penyelesaian dokumen, hingga bimbingan manasik.

Dalam proses tersebut, kesiapan petugas kesehatan menjadi bagian krusial yang tidak terpisahkan.

Tahun ini, Embarkasi Banjarmasin dijadwalkan memberangkatkan 14 kloter jemaah asal Kalsel serta satu kloter gabungan dengan Kalimantan Tengah. Dengan jumlah tersebut, kesiapan fasilitas, termasuk layanan kesehatan di Asrama Haji, harus benar-benar optimal.

Edy juga menegaskan pentingnya sinergi antarinstansi dalam mewujudkan target “Tri Sukses Haji”, yang mencakup sukses ritual, sukses ekosistem ekonomi, serta sukses peradaban dan keadaban.

“Koordinasi lintas sektor seperti dengan BKK menjadi kunci utama. Sinergi yang kuat adalah fondasi pelayanan haji yang profesional dan berintegritas,” ujarnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.