Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Panji Destama
TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Lonjakan jumlah penumpang pesawat usai Lebaran mendorong Pemerintah Provinsi Bengkulu mengusulkan pembukaan rute penerbangan baru, yakni Bengkulu–Padang dan Bengkulu–Palembang, guna memperluas konektivitas dan mengatasi tingginya permintaan transportasi udara.
Melalui Dinas Perhubungan (Dishub), Pemprov telah mengirimkan surat resmi kepada sejumlah maskapai untuk membuka peluang tambahan jadwal penerbangan, khususnya pada rute Bengkulu–Jakarta.
Kepala Dishub Provinsi Bengkulu, Hendri Kurniawan, menyebutkan permintaan tersebut ditujukan kepada tiga maskapai, yakni AirAsia, Pelita, dan TransNusa.
“Kami sudah menyurati tiga maskapai tersebut. Harapannya, ada yang bisa menambah frekuensi penerbangan Bengkulu–Jakarta karena permintaan masyarakat cukup tinggi,” ungkap Hendri saat ditanya wartawan di Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Senin (13/4/2026).
Selain rute ke Jakarta, Pemprov Bengkulu juga mendorong pembukaan jalur penerbangan baru guna memperluas konektivitas daerah.
Rute yang diusulkan antara lain Bengkulu–Padang dan Bengkulu–Palembang.
Menurut Hendri, rute-rute tersebut berpotensi dilayani menggunakan pesawat jenis ATR yang dinilai lebih sesuai untuk jarak menengah.
Ia menjelaskan, lonjakan jumlah penumpang setelah momen Lebaran menjadi salah satu faktor utama meningkatnya kebutuhan penerbangan. Bahkan, kenaikannya melampaui prediksi awal.
“Awalnya diperkirakan hanya naik sekitar 4 persen, namun realisasinya mencapai lebih dari 6 persen. Dampaknya, banyak penerbangan penuh dan harga tiket ikut mengalami kenaikan,” jelas Hendri.
Di sisi lain, berkurangnya maskapai yang beroperasi di Bengkulu turut mempersempit ketersediaan kursi penerbangan. Salah satunya setelah maskapai Garuda Indonesia tidak lagi melayani rute tersebut.
“Dengan tidak beroperasinya Garuda di Bengkulu, otomatis slot penerbangan berkurang,” tutup Hendri.
Lonjakan Penumpang di Atas Normal
General Manager Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu, Muhammad Haykal, mengungkapkan jumlah penumpang meningkat signifikan dibandingkan kondisi normal sebelum Lebaran.
“Normalnya itu sekitar 1.200 sampai 1.300 penumpang per hari. Tapi dua hari lalu itu sudah menyentuh sekitar 1.600 penumpang,” jelasnya Haykal saat diwawancarai TribunBengkulu.com, Kamis (10/4/2026).
Lonjakan ini membuat tiket pesawat cepat habis karena jumlah kursi yang tersedia terbatas.
Selain itu, berkurangnya frekuensi penerbangan dari maskapai tertentu juga turut mempengaruhi.
“Memang ada pengurangan flight, sehingga membuat ketersediaan kursi semakin terbatas. Tapi faktor utamanya tetap karena demand yang tinggi,” katanya.
Aktivitas Kedinasan Jadi Pemicu
Menurut Haykal, meningkatnya aktivitas pekerjaan dan kedinasan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan penumpang.
“Sekarang aktivitas kantor sudah mulai berjalan normal kembali. Di awal tahun kemarin sempat ada pembatasan, jadi kemungkinan besar di bulan April ini aktivitas kedinasan meningkat cukup signifikan,” ujarnya.
Ia memprediksi tingginya permintaan ini masih akan berlangsung dalam waktu dekat.
Menurut Haykal, meningkatnya aktivitas pekerjaan dan kedinasan menjadi salah satu penyebab utama lonjakan penumpang.
“Sekarang aktivitas kantor sudah mulai berjalan normal kembali. Di awal tahun kemarin sempat ada pembatasan, jadi kemungkinan besar di bulan April ini aktivitas kedinasan meningkat cukup signifikan,” paparnya.
Ia memprediksi tingginya permintaan ini masih akan berlangsung dalam waktu dekat.
“Kalau melihat tren, kemungkinan permintaan masih tinggi, terutama untuk perjalanan dinas. Prediksi kami, kondisi ini bisa mulai lebih normal sekitar dua minggu ke depan,” tambahnya.
Meski demikian, pihak bandara belum bisa memastikan apakah lonjakan permintaan akan terus berlanjut atau mulai menurun dalam waktu dekat.
“Kita lihat saja ke depan. Minggu depan sebenarnya masih ada ketersediaan, tapi tergantung apakah permintaannya kembali meningkat atau tidak,” tutup Haykal.