Gubernur Sulut YSK: Sampah jadi Energi, Bukan Lagi Beban
Frandi Piring April 13, 2026 08:22 PM

 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Pemprov Sulut) mulai tancap gas mewujudkan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Manado Raya.

Langkah strategis ini ditegaskan langsung Gubernur Sulut, Yulius Selvanus Komaling (YSK), usai penandatanganan kesepakatan bersama dengan Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Senin (13/4/2026).

YSK menegaskan, proyek PSEL bukan sekadar program infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang untuk mengatasi persoalan sampah di wilayah perkotaan.

“Sampah tidak lagi dipandang sebagai beban atau ancaman, tetapi menjadi sumber daya bernilai ekonomi dan energi. Ini komitmen kami menghadirkan lingkungan bersih sekaligus mandiri energi di Sulawesi Utara,” tegas YSK.

Menurutnya, percepatan pembangunan PSEL menjadi prioritas Pemprov Sulut, mengingat volume sampah di kawasan perkotaan terus meningkat setiap tahun.

KERJA SAMA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (13/4/2026).
KERJA SAMA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) saat penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (13/4/2026). (Dok. Tim YSK)

Proyek ini akan menggunakan skema aglomerasi Manado Raya dengan melibatkan lima daerah, yakni Manado, Bitung, Tomohon, serta Kabupaten Minahasa dan Minahasa Utara.

YSK menjelaskan, kolaborasi lintas daerah ini penting untuk menjamin ketersediaan pasokan sampah sebagai bahan baku utama agar operasional PSEL berjalan optimal dan berkelanjutan.

“Ini kerja bersama. Tidak bisa sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antar daerah agar proyek ini sukses,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri LH Hanif Faisol Nurofiq mengingatkan bahwa keberhasilan proyek PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah, mulai dari sistem pengangkutan sampah, regulasi, hingga kepastian skema pembiayaan.

Menindaklanjuti kesepakatan tersebut, Pemprov Sulut bersama pemerintah kabupaten/kota akan segera menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih rinci, termasuk penyiapan kelembagaan dan standar kualitas sampah sesuai teknologi yang digunakan.

KERJA SAMA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK)
KERJA SAMA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) di sela-sela kegiatan penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Gubernur YSK optimistis, kehadiran PSEL akan membawa Sulawesi Utara sejajar dengan daerah lain dalam penerapan sistem pengelolaan sampah modern.

“Kami optimis ini akan meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di daerah Nyiur Melambai,” pungkasnya. (Ren)

Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) di sela-sela tanda tangan kerja sama
KERJA SAMA - Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling (YSK) di sela-sela kegiatan penandatanganan kesepakatan pengelolaan sampah modern berbasis teknologi melalui pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Jakarta, Senin (13/4/2026).

Baca juga: PSEL Segera Hadir di Sulut, Gubernur YSK Teken Kerja Sama dengan 5 Daerah

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.