TRIBUNGAYO.COM - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Gayo Lues masih sangat minim dokter spesialis.
Saat rumah sakit milik pemerintah daerah ini masih perlu adanya penambahan dokter spesialis seperti dokter spesialis mata, saraf, gizi klinis, dan rehabilitasi medik.
Pasalnya, Kabupaten Gayo Lues masih masuk kategori Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Tentu dengan penambahan dokter spesialis bisa meningkatkan pelayanan medis kepada masyarakat.
Melansir Serambinews.com, kondisi layanan kesehatan di Kabupaten Gayo Lues (Galus) semakin tertekan pascabanjir bandang hidrometeorologi yang melanda beberapa bulan lalu.
RSUD Gayo Lues menghadapi berbagai keterbatasan serius, mulai dari minimnya dokter spesialis, rusaknya akses jalan menuju rumah sakit, hingga fasilitas dasar yang tidak memadai.
Situasi ini membuat penanganan pasien semakin sulit, terutama bagi mereka yang membutuhkan rujukan cepat ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap.
Plt Direktur RSUD Gayo Lues, dr Sri Agusti, MKed, SpKJ menegaskan, bahwa kondisi ini sudah berada pada tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah pusat, khususnya Kementerian Kesehatan.
Menurutnya, sebagai daerah yang masuk kategori Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), Gayo Lues seharusnya mendapat prioritas dalam pemerataan layanan kesehatan.
Saat ini, RSUD masih kekurangan dokter spesialis penting seperti mata, saraf, gizi klinis, dan rehabilitasi medik.
Akibatnya, banyak pasien harus dirujuk ke luar daerah untuk mendapatkan perawatan yang layak.
Selain kekurangan tenaga medis, RSUD juga menghadapi masalah mendasar berupa keterbatasan air bersih.
Padahal, air bersih merupakan kebutuhan vital dalam standar pelayanan kesehatan.
Tanpa dukungan air yang memadai, kualitas layanan medis tentu tidak bisa optimal.
Di sisi lain, fasilitas ambulans juga memprihatinkan.
Ambulans yang tersedia merupakan pengadaan tahun 2018 dan kini sudah tidak layak digunakan secara maksimal.
Sementara kebutuhan rujukan pasien terus meningkat.
Dengan berbagai keterbatasan ini, pihak RSUD berharap adanya intervensi cepat dari pemerintah pusat untuk memperkuat layanan kesehatan di Gayo Lues.
Baik dari segi sumber daya manusia, infrastruktur, maupun sarana penunjang lainnya.
Kondisi ini menjadi peringatan serius bahwa pemerataan layanan kesehatan di daerah terpencil masih menjadi pekerjaan besar.
Terlebih setelah bencana banjir yang memperburuk situasi yang sebelumnya sudah terbatas.
Pemerintah diharapkan segera turun tangan agar keselamatan masyarakat tidak semakin terancam.(*)
Baca juga: Status Desil Anda tidak Sesuai, Bakal Dicoret dari JKA, Begini Cara Sanggah Melalui 4 Jalur Ini