Harga Plastik di Gorontalo Meroket Pasca Lebaran, Warga dan Pedagang Hemat Belanja
Fadri Kidjab April 13, 2026 09:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Kenaikan harga berbagai jenis plastik kemasan mulai dikeluhkan warga dan pelaku usaha mikro di Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo. 

Sejumlah toko plastik mencatat lonjakan harga pada produk gelas plastik (cup), thinwall, sedotan, hingga kantong plastik dalam beberapa pekan terakhir, terutama sejak Ramadan 2026.

Berdasarkan pantauan Tribun Gorontalo di Toko Mufidah, Kota Gorontalo, Senin (13/4/2026), sejumlah produk plastik mengalami kenaikan harga secara bertahap. Sebagai contoh, thinwall merek Victoria kini dibanderol Rp56 ribu per pak, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp51 ribu.

Produk lain juga mengalami penyesuaian harga. Thinwall merek Libra dijual seharga Rp21 ribu per pak, gelas plastik 300 ml Rp16.500, mangkuk kertas Rp33.500, sedotan kopi Rp23 ribu per pak, hingga golden straw yang mencapai Rp39 ribu.

Kenaikan juga menyasar kantong plastik berbagai ukuran. Kantong plastik ukuran besar kini dijual Rp30 ribu, ukuran kecil Rp5.500, merek Jerapah Rp7.000, dan merek Idola Rp6.000.

Di lokasi, suasana toko tampak ramai. Meski warga silih berganti datang untuk membeli kebutuhan pengemasan, sebagian besar konsumen terlihat lebih selektif dan mempertimbangkan harga sebelum bertransaksi.

Salah satu pembeli, Ida, mengaku terkejut dengan kenaikan harga thinwall yang dinilainya cukup signifikan dibanding beberapa bulan lalu. 

Ia yang datang bersama rekannya untuk membeli wadah makanan akhirnya memutuskan untuk membatasi jumlah pembelian.

“Dulu saya beli thinwall Victoria masih Rp51 ribu, sekarang sudah Rp56 ribu. Jadi, sekarang beli sedikit dulu karena harganya memang naik,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Baca juga: 60 Klub Gorontalo Ramaikan Wali Kota Cup 2026, Panggung Bibit Muda Sepak Bola

HARGA PLASTIK -- Potret plastik dijual di supermarket Kota Gorontalo. Harga plastik melonjak pascalebaran.
HARGA PLASTIK -- Potret plastik dijual di supermarket Kota Gorontalo. Harga plastik melonjak pascalebaran. (TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga)

Menurut Ida, kenaikan harga kemasan ini sangat berdampak, khususnya bagi masyarakat yang menjalankan usaha makanan rumahan.

Sementara itu, seorang karyawan Toko Mufidah menjelaskan bahwa tren kenaikan harga ini sudah terasa sejak Ramadan lalu dan belum menunjukkan tanda-tanda kembali normal.

“Kenaikan mulai terjadi sejak Ramadan kemarin. Hampir semua jenis produk naik, tergantung jenis barangnya,” ungkapnya.

Kondisi serupa terpantau di Toko Plastik Gajah, kawasan Kota Tengah. Kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada kategori gelas plastik dan sedotan. 

Gelas plastik ukuran 400 ml yang semula Rp24 ribu kini melonjak menjadi Rp31.500 per pak. Sementara ukuran 350 ml naik dari Rp21 ribu menjadi Rp28 ribu per pak. Rata-rata kenaikan harga gelas plastik berkisar antara Rp7 ribu hingga Rp8 ribu per pak.

Lonjakan paling tajam terjadi pada sedotan plastik, yang sebelumnya dijual Rp23 ribu kini meroket hingga Rp39 ribu per pak. 

Penjaga toko di Plastik Gajah menyebutkan bahwa kenaikan ini dipicu oleh harga modal dari distributor yang sudah meningkat.

“Stok yang masuk sekarang merupakan harga baru dari distributor, sehingga harga jual otomatis kami sesuaikan,” jelasnya.

Fenomena ini menjadi dilema bagi pelaku usaha kecil, terutama pedagang makanan dan minuman yang bergantung pada kemasan plastik. 

Mereka dihadapkan pada pilihan sulit: menaikkan harga jual produk yang berisiko ditinggalkan pelanggan, atau mempertahankan harga dengan konsekuensi margin keuntungan yang kian menipis.

Kenaikan harga plastik diprediksi masih akan berlanjut selama pasokan dari distributor belum stabil. Pedagang dan pelaku usaha berharap harga segera normal kembali agar daya beli masyarakat tidak semakin tertekan. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.