TRIBUNPADANG.COM, PADANG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis pembaruan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat, Senin (13/4/2026).
Berdasarkan data terbaru yang dikeluarkan pada pukul 18.00 WIB, Kota Padang diprediksi akan menghadapi cuaca ekstrem. Kondisi ini menuntut warga untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan.
Pihak BMKG menyebutkan bahwa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat menyelimuti wilayah ibu kota provinsi ini. Tak hanya hujan, fenomena alam ini diprediksi akan dibarengi dengan kilat atau petir serta tiupan angin kencang.
Baca juga: Harga Emas di Padang Hari Ini, Satu Ameh Tembus Rp 6,4 Juta
Kondisi cuaca yang cukup mengkhawatirkan ini diperkirakan mulai terjadi sejak pukul 18.10 WIB. Berdasarkan pengamatan satelit, hampir seluruh kecamatan di Kota Padang masuk dalam zona merah potensi hujan lebat.
Setidaknya ada 11 kecamatan yang menjadi sorotan utama dalam peringatan dini kali ini. Wilayah tersebut meliputi: Padang Selatan, Padang Timur, dan Padang Barat.
Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, dan Lubuk Begalung.
Lubuk Kilangan, Pauh, Kuranji, Nanggalo, hingga Koto Tangah.
Tidak hanya terfokus di Kota Padang, BMKG juga memberikan catatan bahwa cuaca serupa berpotensi meluas ke kabupaten dan kota tetangga di Sumatera Barat. Durasi cuaca ekstrem ini diperkirakan akan berlangsung setidaknya hingga pukul 20.00 WIB.
Merespons peringatan dini tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, memberikan pernyataan resmi. Ia meminta masyarakat untuk segera meningkatkan level kewaspadaan mereka.
"Kami meminta warga waspada terhadap dampak cuaca ekstrem, seperti potensi genangan air, risiko pohon tumbang, hingga angin kencang yang bisa membahayakan," ujar Hendri dalam keterangannya.
Baca juga: LPS Cairkan Dana Nasabah BPR Sungai Rumbai Rp1,81 Miliar
Pemerintah setempat juga telah merangkum beberapa poin penting yang harus dipatuhi masyarakat demi keselamatan bersama:
Hindari berteduh di bawah pohon besar saat terjadi angin kencang guna menghindari risiko tertimpa dahan patah.
Pantau debit air, terutama bagi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan banjir atau luapan sungai.
Amankan aset, pastikan barang-barang yang berada di balkon atau luar rumah tidak mudah terbang tertiup angin.
Kurangi mobilitas, jika tidak ada urusan mendesak, warga disarankan tetap berada di dalam bangunan yang kokoh.
Cek informasi berkala, selalu pantau kanal resmi BMKG maupun media sosial BPBD Kota Padang untuk update terkini.
BPBD Kota Padang menegaskan bahwa tim reaksi cepat selalu siaga untuk melakukan penanganan jika terjadi kondisi darurat akibat cuaca buruk malam ini. Masyarakat diminta tidak ragu untuk segera melapor.
Jika warga menemui hambatan atau bencana di lingkungannya, dapat menghubungi layanan Call Center 112 secara gratis atau melalui nomor telepon Pusdalops-PB BPBD di (0751) 778775.
Selain itu, laporan juga bisa dikirimkan melalui pesan singkat WhatsApp ke nomor 085891522181. Laporan yang cepat akan sangat membantu petugas dalam melakukan mitigasi dan evakuasi di lapangan.