5 Populer Regional: Profil Yai Mim yang Meninggal Dunia - Viral Bayi Hipotermia di Gunung Ungaran
Endra Kurniawan April 14, 2026 04:38 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Populer regional dimulai dari profil Muhammad Imam Muslimin atau yang lebih dikenal Yai Mim.

Ia meninggal dunia ketika berstatus sebagai tahanan di Rutan Polresta Malang Kota, pada Senin (13/4/2026) pukul 13.45 WIB.

Eks dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) itu terjerat kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi dari laporan tetangganya sendiri Nurul Sahara.

Kemudian ada bayi mengalami hipotermia saat diajak mendaki oleh orang tuanya di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026).

Detik-detik Tim SAR menyelamatkan bayi malang itu terekam kamera sehingga viral lewat media sosial.

Semua bermula saat orang tua dari bayi ini cekcok saat mendaki.

Berikut rangkuman berita populer regional selama 24 jam terakhir:

1. Profil Yai Mim, Eks Dosen UIN Malang yang Meninggal, Dulu Viral karena Berseteru dengan Tetangga

KASUS YAI MIM - Tangkap layar eks dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, Imam Muslimin alias Yai Mim, menangis saat mengaku fitnah melakukan aksi pencabulan terhadap tetangganya Nurul Sahara.
KASUS YAI MIM - Tangkap layar eks dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Jawa Timur, Imam Muslimin alias Yai Mim, menangis saat mengaku fitnah melakukan aksi pencabulan terhadap tetangganya Nurul Sahara. (Istimewa/Kanal YouTube Uya Kuya TV)

Kabar duka datang dari mantan dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Muhammad Imam Muslimin alias Yai Mim.

Yai Mim, yang dulu viral karena bertikai dengan tetangganya, Nurul Sahara, dikabarkan meninggal dunia, Senin (13/4/2026), pada pukul 13.45 WIB.

Yai Mim mengembuskan napas terakhirnya di Polresta Malang Kota.

Ia meninggal dunia saat dalam masa penahanan di Rutan Polresta Malang Kota.

Sebelumnya, Yai Mim telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual dan pornografi dari laporan Nurul Sahara.

Ia sudah ditahan di Polresta Malang Kota sejak Senin (19/1/2026).

Kabar meninggalnya Yai Mim dikonfirmasi Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobhirin.

"Benar bahwa tahanan atas nama Yai Mim meninggal dunia," kata Lukman, dikutip dari SuryaMalang.com.

Lantas, seperti apa sosok Yai Mim? Berikut informasi lengkapnya.

Profil Yai Mim

Yai Mim adalah mantan dosen filsafat di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang.

Yai Mim lahir di Blitar, Jawa Timur, 11 Maret 1966.

Yai mim merupakan anak dari pasangan H. Achmad Mochammad Mardi Hasan Karyantono dan Hj. Siti Katmiyati.

Ia memiliki pondok pesantren bernama Pondok Pesantren Al Adzkiya’ Nurus Shafa (Anshofa).

Baca selengkapnya.

2. Fakta Warisan Berdarah di Sumsel, Korban Disebut Janjikan Rp 200 Juta ke Pelaku, tapi Diingkari

TEWAS DIBUNUH - Jenazah Yansyah, warga Muratara saat diperiksa polisi. Yansyah tewas dibunuh di Lubuklinggau, Jumat (10/4/2026).
TEWAS DIBUNUH - Jenazah Yansyah, warga Muratara saat diperiksa polisi. Yansyah tewas dibunuh di Lubuklinggau, Jumat (10/4/2026). (Istimewa)

Aksi pembunuhan yang dipicu dari warisan kembali terjadi.

Pria bernama Sugiansyah (36) alias Yansyah tewas dibunuh saat memantau pembangunan rumah barunya di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel), Jumat (10/4/2026).

Korban tewas setelah ditusuk sebanyak lima kali di bagian dadanya oleh keponakannya sendiri, Farij Fardian Mahardika (26) alias Larit.

Peristiwa ini dipicu oleh pelaku yang merasa dikhianati oleh korban terkait pembagian uang upah sebesar Rp200 juta.

Peristiwa ini mengingatkan bahwa aksi kriminal bisa menimpa siapa saja, bahkan oleh keluarga sendiri.

Uang warisan juga kerap menjadi pemicu konflik hingga memicu tindak kriminal.

Kasubdit Penmas Bid Humas Polda Sumsel, Kompol I Putu Suryawan mengatakan, kasus ini bermula ketika korban meminta bantuan Farij untuk mengurus urusan warisan miliknya.

Saat itu, korban berjanji akan memberikan uang senilai Rp200 juta ke Farij apabila urusan tersebut selesai.

Namun, korban justru ingkar janji dan tak memberikan Rp200 juta ke tersangka.

"Motifnya karena korban ada janji memberikan fee harta warisan ke tersangka, tapi belum direalisasikan."

"Bisa dibilang utang janji," ungkap Putu kepada TribunSumsel.com, Sabtu (11/4/2026).

Farij pun semakin marah saat mengetahui korban tengah membangun rumah baru.

Baca selengkapnya.

3. Mobil Terparkir Lama Bikin Geger Warga Sleman, Ternyata Ada Jasad di Dalamnya

MAYAT - Penemuan mayat pria di dalam mobil di Sleman gegerkan warga, korban ditemukan duduk di balik kemudi
MAYAT - Penemuan mayat pria di dalam mobil di Sleman gegerkan warga, korban ditemukan duduk di balik kemudi (HO/IST)

Warga Dusun Tiyasan, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman digegerkan penemuan jasad seorang pria di dalam mobil yang terparkir selama lebih dari satu bulan. 

Mayat ditemukan di area belakang Balai Padukuhan Tiyasan yang tengah dalam proses pembangunan, Minggu (12/4/2026).

Keberadaan korban baru terungkap setelah warga mencium bau menyengat dari kendaraan tersebut.

Awalnya, warga sedang melakukan kegiatan gotong royong untuk menurunkan material pasir. 

Namun, aktivitas tersebut terhambat oleh sebuah mobil bernomor polisi K 1120 MT yang terparkir di lokasi.

Warga kemudian berinisiatif memindahkan kendaraan tersebut.

Saat didekati, mereka mencium bau tidak sedap yang sangat kuat dari dalam mobil.

Kecurigaan semakin besar ketika warga mengintip ke dalam kendaraan dan melihat sesosok tubuh manusia di dalamnya.

Diketahui, mobil tersebut sudah terparkir di lokasi selama lebih dari satu bulan, bahkan sejak sebelum Lebaran.

Baca selengkapnya.

4. Gadis Cilacap yang Terjatuh di Jembatan Kalipelus Ditemukan Tewas, Terseret Arus Hingga 6,2 Km

ILUSTRASI TENGGELAM - Setelah pencarian lebih dari 24 jam, Aurel Jeni Prabela (19), korban kecelakaan di Jembatan Kalipelus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Pelus. Korban diduga terseret arus sejauh 6,2 kilometer dari titik jatuh. Jasad ditemukan di Desa Kedondong, Sokaraja, Banyumas, Minggu (12/4/2026) pukul 17.30 WIB.
ILUSTRASI TENGGELAM - Setelah pencarian lebih dari 24 jam, Aurel Jeni Prabela (19), korban kecelakaan di Jembatan Kalipelus, ditemukan meninggal dunia di Sungai Pelus. Korban diduga terseret arus sejauh 6,2 kilometer dari titik jatuh. Jasad ditemukan di Desa Kedondong, Sokaraja, Banyumas, Minggu (12/4/2026) pukul 17.30 WIB. (Grafis Tribun Timur/Lily)

Setelah pencarian intensif selama lebih dari 24 jam, korban kecelakaan di Jembatan Kalipelus akhirnya ditemukan.

Aurel Jeni Prabela (19), gadis asal Cilacap yang sebelumnya dilaporkan hilang, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah diduga terseret arus Sungai Pelus sejauh 6,2 kilometer dari lokasi kejadian.

Korban ditemukan di aliran Sungai Pelus, tepatnya di wilayah Desa Kedondong, Kecamatan Sokaraja, Banyumas, Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Penemuan tersebut sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan sejak korban dilaporkan jatuh dari Jembatan Kalipelus, Desa Dukuhwaluh, Kecamatan Kembaran, pada Sabtu (11/4/2026) malam.

Komandan Unit Siaga SAR Banyumas, Amin Riyanto, membenarkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

“Korban sudah ditemukan, namun dalam keadaan meninggal dunia. Saat ditemukan, jaket dan helm masih lengkap terpakai,” ujarnya.

Jarak penemuan yang mencapai 6,2 kilometer dari titik awal jatuhnya korban menunjukkan kuatnya arus Sungai Pelus saat kejadian berlangsung.

Baca selengkapnya.

5. Detik-detik Evakuasi Balita di Gunung Ungaran: Petugas Bantah Kondisi Hipotermia, Orang Tua Cekcok

BAYI HIPOTERMIA - Bayi di Gunung Ungaran sempat dikira hipotermia, tim SAR beri selimut darurat, kondisi dipastikan aman (HO/IST)

Balita perempuan berusia 1,3 tahun dikabarkan mengalami hipotermia setelah dibawa orang tuanya mendaki di Gunung Ungaran, Jawa Tengah, Sabtu (11/4/2026).

Tim SAR gabungan yang tengah bersiaga dalam kegiatan Semarang Mountain Race, langsung merespons insiden tersebut.

Balita perempuan itu diketahui berasal dari Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah.

Dalam video rekaman yang beredar, korban terlihat terus menangis dan menunjukkan gejala kedinginan akibat suhu yang menurun drastis dipicu hujan deras.

"Suhu tubuhnya turun drastis, kondisi kritis. Tim Basarnas yang tengah siaga di event Semarang Mountain Race langsung bergerak cepat," ujar Basarnas lewat video yang diunggah di YouTube @BasarnasOfficial, Minggu (12/4/2026).

Lantas, seperti apa detik-detik evakuasi tersebut?

Ayah dan Anak Ditemukan Berteduh

Petugas basecamp Perantunan, Gunung Ungaran, Dwi, dan petugas lain mendapat laporan bahwa ada seorang bapak dengan anaknya yang sedang berteduh di Pos 4 karena kehujanan dan tidak membawa perlengkapan yang memadai.

Tim SAR yang kebetulan sedang berjaga kemudian membantu sang anak dengan memberi penghangat pada tubuh bayi.

Dwi mengatakan, balita tersebut tidak dalam kondisi hipotermia.

“Bayinya dibawa turun oleh tim SAR, keadaan bayi itu bukan hipotermia," tutur Dwi, Senin (13/4/2026), dilansir Kompas.com.

Baca selengkapnya.

(Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.