TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu sekaligus Juru Bicara DPW NasDem DIY, Aulia Reza Bastian memberikan pernyataan tegas terkait beredarnya narasi yang dianggap mencoba mendegradasi marwah Partai NasDem.
"Kita berpolitik seolah-olah partai NasDem ini didegradasi sebagai partai komersial saja. Artinya ya kami hadir hanya untuk kepentingan-kepentingan transaksional. Jadi wajar apabila ada kemarahan dari sabang sampai merauke terhadap tulisan-tulisan ini," kata Aulia, dalam konferensi pers di Kantor Pemenangan DPW NasDem DIY, Caturtunggal, Sleman, Yogyakarta, Selasa (14/4/2026).
Bahkan NasDem kini disebut terus tumbuh dan konsisten berjuang untuk menyehatkan demokrasi. Hal ini dibuktikan pada Pemilu 2024, NasDem mendapatkan kenaikan suara 14.660.516 atau 9,6 persen.
"Kami merasa di-framing bahwa Partai Nasdem seolah-olah adalah partai yang hanya komersial yang di dalam benaknya itu hanya keuntungan-keuntungan semata. Tidak, kami berjuang, terutama di daerah, di DPW kami berjuang dengan keringat dan darah kami. Sehingga kami menjadi jajaran partai-partai yang besar di tanah air," katanya.
"Karena Nasdem itu adalah Surya Paloh dan Surya Paloh adalah NasDem," ujar dia.
Lebih lanjut, Aulia menegaskan Partai NasDem masih solid. Terkait fenomena anggota partai yang keluar lalu berpindah ke partai lain adalah hal biasa. Mengingat, banyak juga anggota partai lain yang juga masuk ke NasDem. Karena itu kondisi keluar-masuk anggota ini tidak bisa disimpulkan akan adanya friksi atau perpecahan internal.
Aulia menjelaskan bahwa perpindahan keanggotaan partai adalah pilihan pribadi sebagai praktik demokrasi dan NasDem memiliki mekanisme sendiri untuk bisa sukses di internal keanggotaan.
"Mereka yang pindah itu tidak melakukan tindakan pidana ataupun perdata. Itu pilihan-pilihan pribadi. Hari ini ada yang keluar, ada yang masuk, ya biasa. Ini satu kewajaran saja," ujar dia.(*)