TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Seorang siswa kelas XII SMA menjadi jemaah calon haji (calhaj) termuda di Kabupaten Tegal.
Calhaj termuda itu berangkat ke Tanah Suci untuk menggantikan ayahnya, yang meninggal dunia.
Sosok remaja bernama Sebastian Akhsan Mardiono mencuri perhatian saat berlangsung kegiatan Pelepasan Jemaah Calon Haji Kabupaten Tegal 1447 H/2026, di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal, Selasa (14/4/2026).
Nama Sebastian disebut karena remaja berusia 17 tahun itu menjadi calhaj termuda asal Kabupaten Tegal.
Bahkan dalam sambutannya, Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman, titip pesan kepada Bastian untuk membantu menjaga calhaj haji lainnya, yang mayoritas sudah berumur.
Ketika ada calhaj yang meminta bantuan, Ischak meminta Bastian yang usianya paling muda untuk sigap.
Gantikan ayah
Ditemui setelah kegiatan, Bastian bercerita dirinya saat ini berusia 17 tahun dan pada Agustus nanti berulang tahun ke-18.
Saat ini Bastian masih berstatus sebagai pelajar di SMAN 4 Kota Tegal.
Jemaah haji termuda ini berasal dari Desa Bandasari, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal.
Bastian mengaku senang karena bisa berangkat haji pada usia yang masih cukup muda.
Namun di tengah kebahagiaannya yang bisa berangkat haji, Bastian juga merasa sedih karena keberangkatannya menggantikan sang ayah.
"Saya berangkat haji menggantikan almarhum bapak. Saya berangkat bersama ibu. Kebetulan ibu mendaftar haji tahun 2011, seharusnya saat pandemi Covid-19 sudah berangkat tapi kondisi tidak memungkinkan, akhirnya ditunda. Kemudian bapak meninggal dunia, jadi (keberangkatan ibu ke Tanah Suci) mundur lagi, sampai baru berangkat tahun ini," cerita Bastian, kepada Tribun Jateng.
Bastian saat ini duduk di kelas XII.
Oleh karena itu dia sudah libur sekolah dan pelaksanaan ibadah haji tidak menganggu pendidikannya karena proses pembelajaran kelas XII SMA sudah selesai.
Menurut Bastian, almarhum sang ayah meninggal dunia pada tahun 2021 karena terpapar Covid-19.
Sang ayah dulunya bekerja di perpajakan di Jakarta, sedangkan sang ibu di perbankan.
Adapun Bastian sendiri merupakan anak pertama dari empat bersaudara.
"Persiapan untuk ibadah haji sudah sangat matang karena rutin tiap minggunya (mengikuti pembekalan dan manasik—Red). Kebetulan saya masuk dalam Kloter 2," ujarnya.
10 kloter
Pelepasan calhaj diikuti 1.472 calhaj Kabupaten Tegal.
Mereka kompak memakai seragam perpaduan warna biru muda dan hitam bermotif.
"Update data terakhir calon jemaah haji Kabupaten Tegal tahun 1447 H/2026 jumlahnya 1.472 jemaah. Tidak menutup kemungkinan jumlahnya bisa bertambah atau bisa juga berkurang, bergantung kondisi apakah masih ada yang mengundurkan diri, meninggal dunia ataupun kondisi lainnya," kata Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Tegal, Muhaimin.
Mereka terbagi dalam 10 kelompok terbang (kloter).
Kloter 1 sampai 4 diisi penuh jemaah haji asal Kabupaten Tegal, Kloter 5 digabung dengan Kabupaten Brebes dan Kota Tegal.
Selain itu, ada satu calhaj Kabupaten Tegal yang tergabung dalam Kloter 8 bersama Kabupaten Brebes, 2 calhaj tergabung dalam Kloter 9 bersama dengan Kabupaten Pemalang, 2 calhaj masuk kloter 10 tergabung dengan Kabupaten Pemalang, dan 2 calhaj masuk Kloter 43 bersama Kabupaten Kudus.
Terakhir Kloter 81 bergabung dengan jemaah haji dari Kabupaten Magelang, Demak, Tegal, Kota Tegal dan berbagai daerah lainnya karena kloter terakhir.
"Rencananya pemberangkatan jemaah haji kloter pertama dari Kabupaten Tegal mulai 20 April 2026 di Pendapa Amangkurat Pemkab Tegal. Disusul kloter dua sampai empat pada tanggal selanjutnya sesuai jadwal," imbuh Muhaimin. (Desta Leila Kartika)