Peluang Timnas Italia Tampil di Piala Dunia 2026 Jika Iran Mundur
Briandena Silvania Sestiani April 15, 2026 07:19 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Peluang Timnas Italia untuk tetap tampil di Piala Dunia 2026 usai sebelumnya dipastikan gagal lolos melalui jalur kualifikasi resmi.

Di tengah dinamika geopolitik yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat, muncul skenario alternatif yang membuka celah bagi Timnas Italia untuk kembali ke panggung sepak bola dunia melalui apa yang disebut sebagai “pintu belakang”.

Situasi ini berawal dari ketidakpastian status keikutsertaan Iran dalam turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Konflik politik yang memanas antara Iran dan Amerika Serikat membuat peluang Iran untuk tampil di ajang tersebut menjadi tidak pasti.

Dalam kondisi tersebut, FIFA dikabarkan mulai mempertimbangkan sejumlah opsi jika Iran benar-benar batal berpartisipasi.

Ya, Timnas Italia, yang sebelumnya tersingkir di babak play-off kualifikasi zona Eropa, tiba-tiba masuk dalam daftar kandidat kuat untuk mengisi slot kosong tersebut.

Meski peluang ini masih sebatas skenario, diskusi terkait kemungkinan tersebut telah memicu perhatian luas, termasuk pro dan kontra dari berbagai pihak.

Baca juga: Nasib Iran di Piala Dunia 2026, Presiden Meksiko Ungkap FIFA Tak Beri Izin Pindah Venue Laga dari AS

Ketidakpastian Iran Jadi Celah Italia

Skenario peluang Timnas Italia bermula dari potensi dicoretnya Iran dari daftar peserta Piala Dunia 2026.

Tim yang dikenal dengan julukan Team Melli itu saat ini menghadapi tekanan akibat konflik politik dengan Amerika Serikat, yang juga menjadi salah satu tuan rumah turnamen.

Ketegangan tersebut memicu kekhawatiran terkait keamanan dan kelancaran pertandingan, terutama jika Iran harus bermain di wilayah Amerika Serikat.

Bahkan, Iran sempat mengajukan permintaan agar pertandingan mereka dipindahkan ke Meksiko, namun permintaan tersebut ditolak oleh FIFA.

Penolakan itu didasarkan pada pertimbangan logistik. Perubahan lokasi pertandingan dalam waktu dekat dinilai akan menimbulkan kompleksitas yang sulit diatasi.

Akibatnya, jika Iran merasa tidak aman atau memilih mundur, maka akan ada satu slot kosong yang harus diisi.

Di sinilah nama Italia mulai muncul sebagai kandidat pengganti.

Timnas Italia Jadi Kandidat Utama, Tapi Kontroversial

Italia dinilai sebagai kandidat utama karena statusnya sebagai tim dengan peringkat FIFA tertinggi yang gagal lolos ke Piala Dunia 2026.

Per April 2026, Timnas Italia berada di posisi ke-12 dunia, menjadikannya tim paling kompetitif di antara negara yang absen.

Selain faktor kualitas, ada juga pertimbangan komersial. Kehadiran Italia diyakini dapat meningkatkan daya tarik turnamen, baik dari sisi penjualan tiket maupun merchandise.

Nama besar pemain seperti Gianluigi Donnarumma dan sejarah panjang Italia di Piala Dunia menjadi nilai tambah tersendiri.

Namun, wacana ini tidak lepas dari kritik. Banyak pihak menilai bahwa secara teknis Italia tidak pantas menggantikan Iran karena mereka gagal lolos melalui jalur resmi.

Jika harus ada pengganti dari Asia, maka Uni Emirat Arab dinilai lebih layak sebagai tim terbaik berikutnya dari zona tersebut.

Perdebatan ini menunjukkan bahwa skenario memasukkan Italia bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut keadilan kompetisi.

Opsi Play-off Tambahan Jadi Jalan Tengah

Sebagai solusi kompromi, muncul ide untuk menggelar play-off tambahan guna menentukan siapa yang berhak mengisi slot kosong jika Iran mundur.

Play-off ini direncanakan melibatkan empat tim terbaik yang gagal lolos, masing-masing dua dari Asia dan dua dari Eropa.

Konsep play-off tambahan ini sebenarnya bukan hal baru. Sebelumnya, skenario serupa pernah terjadi dalam ajang Piala Dunia Klub 2025.

Saat itu, Club America dan Los Angeles FC bertanding memperebutkan slot yang ditinggalkan Club Leon akibat pelanggaran regulasi kepemilikan ganda klub.

Los Angeles FC akhirnya berhasil merebut tiket tersebut setelah memenangkan pertandingan play-off. Model ini dianggap bisa diterapkan kembali untuk menentukan peserta terakhir Piala Dunia 2026.

Jika skenario ini benar-benar dijalankan, maka Italia berpeluang besar menjadi salah satu peserta play-off, mengingat posisi mereka dalam ranking FIFA.

Jadwal dan Format Piala Dunia 2026

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Turnamen ini akan menjadi edisi pertama yang diikuti oleh 48 negara, meningkat dari sebelumnya 32 tim.

Format baru ini membuat fase grup menjadi lebih panjang, dengan pertandingan berlangsung selama tiga pekan. Laga pembuka akan digelar di Stadion Azteca, Meksiko City, sementara final akan berlangsung di MetLife Stadium, New York.

Iran sendiri telah tergabung di Grup G bersama Belgia, Mesir, dan Selandia Baru. Jika mereka mundur, maka seluruh jadwal grup tersebut harus disesuaikan kembali.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.