TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, khususnya keluarga kurang mampu.
Pemerintah daerah tengah menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat, yang bakal memberikan pendidikan gratis dengan sistem asrama.
Program Sekolah Rakyat ini digadang-gadang menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pendidikan, termasuk anak Pekerja Migran Indonesia ( PMI ).
Kepala Dinas Pendidikan Nunukan, Akhmad, mengungkapkan bahwa saat ini rencana tersebut masih dalam tahap pematangan.
“Sekolah Rakyat ini masih dalam proses.
Lahan sudah tersedia, dan ditargetkan pembangunan dimulai tahun 2026,” ujar Akhmad, kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Dinas Pendidikan Nunukan Terapkan Sistem Digital, Distribusi Guru Lebih Merata dan Objektif
Yang menarik, Sekolah Rakyat ini akan dibangun di lokasi strategis, yakni di sekitar kawasan depan Kantor Bupati Nunukan.
Lokasinya dekat Islamic Center yang berlokasi di Kelurahan Mansapa, Kecamatan Nunukan Selatan, dengan luas lahan mencapai 5 hektare.
Tak hanya itu, konsep yang diusung pun berbeda dari sekolah pada umumnya.
Sekolah rakyat ini akan menggabungkan jenjang SMP dan SMA dalam satu sistem terpadu.
“Untuk tahap awal, masing-masing jenjang direncanakan memiliki 2 sampai 3 rombongan belajar.
Ke depan bisa terus dikembangkan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sekolah Rakyat ini secara khusus menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk mereka yang belum pernah merasakan bangku sekolah.
“Sasaran utama adalah anak-anak kurang mampu, termasuk anak PMI yang belum sempat mengakses pendidikan formal,” katanya.
Dengan sistem boarding school atau asrama, seluruh kebutuhan pendidikan siswa akan ditanggung secara gratis.
“Sekolah ini berasrama dan gratis sepenuhnya.
Harapannya bisa jadi jalan bagi anak-anak untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” tambahnya.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah menargetkan lulusan sekolah rakyat ini mampu bersaing bahkan melampaui kualitas sekolah unggulan yang ada saat ini.
“Targetnya lulusan punya kualitas unggul, bahkan bisa lebih baik dari sekolah lain,” tegasnya.
Jika terealisasi, Sekolah Rakyat ini bukan hanya membuka akses pendidikan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Nunukan
(*)
Penulis: Fatimah Majid