TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Peluang putra daerah Malinau menjadi awak pesawat profesional, kini terbuka lebar melalui penjaringan peserta perguruan tinggi, untuk periode tahun anggaran 2026.
Program ini secara resmi mulai memprioritaskan delapan disiplin ilmu strategis guna memenuhi kebutuhan tenaga ahli di Bumi Intimung.
Skema penjaringan tahun ini menyediakan delapan jalur masuk bagi calon peserta dari 109 desa di Kabupaten Malinau.
Selain jalur reguler seperti prestasi dan kurang mampu, jalur sekolah penerbangan menjadi terobosan baru yang perdana difasilitasi dalam sejarah pelaksanaan program tersebut.
Bupati Malinau, Wempi W Mawa, menyampaikan program lanjutan dari periode pertamanya menjabat sebagai kepala daerah ini, adalah sebagai bentuk investasi SDM berkualitas di daerah.
"Sejak pertama kali dilaksanakan, program ini sudah menjaring lebih dari 2 ribu peserta.
Desa sarjana adalah sebuah program yang digagas fokus untuk membangun kualitas sumber daya Manusia," ungkap Wempi W Mawa di Malinau, Rabu 15 April 2026.
Baca juga: 8 Jurusan Prioritas, Pemkab Malinau Buka Pendaftaran Program Desa Sarjana Unggul 2026
Tahun ini, sekolah penerbangan yang difasilitasi Pemkab Malinau melalui PDSU rencananya akan bekerja sama dengan Akademi penerbangan dari maskapai Smart Air melalui Smart Flying School.
Kabupaten Malinau menjadi basis wilayah praktik dari sekolah penerbangan tersebut.
Dibukanya jalur kedirgantaraan ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk mencetak sejarah baru.
Langkah ini diambil setelah mengevaluasi minimnya tenaga profesional lokal, yang mengisi sektor transportasi udara di wilayah perbatasan dan pedalaman.
"Upaya kita adalah menghadirkan sarjana yang berkualitas di setiap desa.
Pemerintah daerah memfasilitasi akses pendidikan yang merata," kata Wempi W Mawa
Penekanan pada jalur sekolah penerbangan ini mewajibkan kandidat memenuhi standar kualifikasi fisik dan disiplin tinggi.
Calon siswa pilot disyaratkan memiliki kesehatan mata normal, batasan usia maksimal 24 tahun, serta komitmen gaya hidup sehat tanpa nikotin.
Pendaftaran resmi dijadwalkan mulai dibuka pada 20 April hingga 26 Mei 2026 melalui sistem daring maupun luring di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa.
Selain pilot, jurusan prioritas lainnya meliputi kedokteran, teknik, kehutanan, pertanian, keagamaan, serta sastra asing.
Bagi peminat jalur sekolah penerbangan, pendaftar diwajibkan menyertakan surat pernyataan tidak merokok yang diketahui oleh pejabat berwenang.
Panitia juga mensyaratkan tinggi badan minimal 165 cm untuk pria, dan 160 cm untuk wanita, sebagai bagian dari kriteria administrasi awal.
Tahapan seleksi calon pilot nantinya akan melibatkan penguji khusus untuk memastikan kesiapan mental dan fisik peserta.
Program ini diharapkan dapat memutus ketergantungan daerah terhadap tenaga ahli dari luar wilayah, di masa depan melalui pembiayaan daerah.
Verifikasi berkas akan dilakukan secara ketat, untuk memastikan seluruh calon peserta memenuhi kualifikasi dari jalur yang dipilih, sebelum masuk ke tahap tes tertulis dan wawancara.
(*)
Penulis : Mohammad Supri