SURYA.CO.ID, SURABAYA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Jawa Timur di level internasional.
Tim peneliti muda dari SMA Negeri 5 Surabaya sukses menyabet medali emas dalam ajang Malaysia Technology Expo (MTE) 2026 yang berlangsung di Kuala Lumpur pada 9–11 April 2026.
Inovasi yang mereka usung, sebuah produk pemanis alami bernama SiBo-NaLiq, berhasil mencuri perhatian juri di tengah persaingan ketat ribuan peserta dari sepuluh negara.
Iftikhar Ali Raja Suryaningtyas bersama empat rekan setimnya membuat formulasi dari dua bahan utama lokal, yakni air nira siwalan dan ekstrak buah bogem.
Pemilihan bahan tersebut didasari pada upaya mencari alternatif pemanis yang lebih sehat namun tetap memiliki cita rasa yang bisa diterima masyarakat luas.
Baca juga: Inovasi Siswa SMKN 3 Bondowoso Sulap Motor Bensin Jadi Motor Listrik Ramah Lingkungan Lewat TERMOS
Ia menjelaskan bahwa nilai tambah dari inovasi mereka terletak pada penerapan teknologi tinggi dalam proses produksinya.
Menurutnya, mereka tidak hanya mencampur bahan alami, tetapi juga memperhatikan mekanisme penyerapan dalam tubuh manusia.
Keunggulan tersebut diperkuat dengan data hasil uji coba yang menunjukkan bahwa SiBo-NaLiq sangat aman bagi penderita maupun mereka yang ingin mencegah diabetes.
Baca juga: Mahasiswa UK Petra Surabaya Bikin Inovasi Yoghurt Buah Maja, Rasa Pahitnya Tak Terasa
Anggota tim lainnya, Zakiyah Rafifah Artanti, memaparkan bahwa produk ini memiliki indeks glikemik yang tergolong rendah, yakni hanya sebesar 33,3 persen.
"Kandungan antioksidan alami dalam produk dinilai dapat memberikan manfaat tambahan dengan membantu mengurangi stres oksidatif akibat ketidakseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas dalam tubuh," tambah Zakiyah mengenai manfaat kesehatan dari ekstrak buah bogem yang mereka gunakan pada SURYA.CO.ID, Rabu (15/4/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai menegaskan bahwa inovasi ini merupakan bukti nyata bahwa kualitas riset siswa Jawa Timur mampu menjawab tantangan kesehatan global, terutama dalam menekan angka penderita diabetes di kalangan anak muda akibat pola hidup yang tidak sehat.
"Inovasi ada dari sebuah masalah. Inovasi hadir untuk memberikan solusi. Apa yang dibuat para murid ini patut kita apresiasi kualitasnya, terlebih inovasi tersebut ditujukan untuk pencegahan diabetes yang kini banyak menjangkiti anak muda akibat pola hidup," tutur Aries.
Lebih lanjut, Aries berharap agar semangat kompetitif ini tidak berhenti setelah kompetisi usai. Ia berpesan agar para siswa terus mengasah kemampuan risetnya untuk memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
"Untuk anak-anak kita, tetap semangat mengukir prestasi. Kembangkan apa yang dikuasai saat ini. Jika tertarik dalam dunia penelitian, terus asah inovasi untuk membantu memecahkan persoalan di masyarakat," pungkasnya.
Selain meraih medali emas, SMAN 5 Surabaya juga berhasil membawa pulang dua medali perak dan satu penghargaan khusus (Special Award) melalui dua tim lainnya.
Keberhasilan ini semakin mempertegas dominasi pelajar Surabaya dalam ajang tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-25 tersebut sebagai barometer inovasi dunia.