Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di Amerika Serikat untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional melalui akses pasar, transfer pengetahuan serta pengembangan talenta kreatif.

"Kita tahu Amerika dengan lokomotifnya dengan film Hollywood dan bisa diikuti dengan gerbong subsektor ekonomi kreatif lainnnya. Kami melihat bahwa budaya nusantara yang harus kita lindungi dengan heritage dan turunannya disentuh dengan inovasi, teknologi dan kreativitas itulah ekonomi kreatif ini akan berkembang," kata Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Rabu.

Menteri Riefky mengatakan bahwa Amerika Serikat merupakan salah satu negara dengan potensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat global.

Sejalan dengan upaya tersebut, Indonesia juga terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di dalam negeri melalui pengembangan kawasan-kawasan strategis dan terintegrasi.

Di antaranya, KEK Singasari (Malang), Nongsa Digital Park (Batam), serta Kura Kura di Bali yang diharapkan menjadi hub kolaborasi global bagi talenta kreatif nasional.

“Juga ada di kawasan Sinarmas (D-HUB SEZ), MNC Grup di Lido (Sukabumi). Jadi, kawasan ekonomi khusus industri kreatif kita berkembang pesat. Ini menjadi bagian yang mana kita bisa mengundang investasi dari sana (Amerika Serikat),” kata Teuku Riefky.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf juga menyampaikan bahwa pemerintah terus menghadirkan kolaborasi tingkat global untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional, salah satunya melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE).

Yakni, konferensi tingkat dunia yang fokus membahas pengembangan ekonomi kreatif global, dan bakal dilaksanakan pada Oktober 2026.

Sementara itu, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) RI untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo yang berbincang secara daring menyambut positif upaya yang sudah dijalankan Kementerian Ekraf dalam memajukan ekonomi kreatif nasional.

Untuk itu, Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat siap bekerja sama untuk menjaring mitra strategis di Amerika Serikat agar dapat berkolaborasi dengan pegiat ekonomi kreatif melalui Kementerian Ekraf.

Indroyono juga mengajak Kementerian Ekraf untuk terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat sebelum penyelenggaraan WCCE pada bulan Oktober. Harapannya bisa memberikan dampak positif bagi nilai investasi ekonomi kreatif nasional dan pengembangan pegiat kreatif di tanah air.

“Bagi produk siap ekspor itu bisa kita dorong ke depan. Mana yang belum ada mitra ke Amerika kita akan dorong, bisa aplikasi, kriya, kerajinan, kuliner. (Ekonomi kreatif) Ini luar biasa bisa buka lapangan kerja banyak,” jelasnya.

Pertemuan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat ini menjadi komitmen Kementerian Ekraf untuk terus membuka peluang kerja sama internasional dalam mengembangkan nilai ekonomi kreatif nasional dan meningkatkan pelatihan bagi pegiat ekraf menuju panggung dunia.