TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Harga berbagai jenis plastik di Pasar Kunduran, Kabupaten Blora, mengalami lonjakan signifikan dalam dua pekan terakhir.
Kenaikan harga plastik mencapai 120 persen, sehingga berdampak pada turunnya daya beli masyarakat.
Salah seorang pedagang plastik di Pasar Kunduran, Darti (42), mengatakan bahwa kenaikan harga terjadi hampir setiap hari sejak setelah Lebaran.
"Kalau sekarang kenaikannya sudah sampai 120 persen. Dan itu naiknya bertahap, dari 40 persen, 60 persen, 70 persen, sampai sekarang ini kenaikan 120 persen," jelasnya saat ditemui, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Ikut Terdampak Perang AS Vs Iran, Harga Plastik Naik Hampir 2 Kali Lipat, Sampai Kapan?
Lebih lanjut, Darti menjelaskan, sejumlah jenis plastik mengalami kenaikan cukup drastis.
Plastik putih bening (PP) yang sebelumnya dijual Rp16.000 per kilogram kini naik menjadi Rp27.000.
Sementara itu, plastik kresek putih yang semula Rp24.000 per kilogram kini menjadi Rp35.000.
Untuk plastik jenis HD (berwarna gelap), harga melonjak dari Rp9.000 menjadi Rp17.000 per kilogram.
Tak hanya itu, harga sedotan juga naik dari Rp12.000 menjadi Rp18.000. Bahkan, gelas cup yang sebelumnya dibanderol Rp245.000 per karton kini mencapai Rp425.000.
"Kenaikan paling terasa itu dua minggu terakhir. Hampir semua jenis plastik naik drastis," terangnya.
Dengan kondisi harga yang terus naik, Darti tidak berani menyetok barang dalam jumlah banyak.
"Stok sekarang ya seadanya. Enggak berani stok banyak, takut harga naik lagi,” jelasnya.
Menurut Darti kenaikan harga plastik sangat berdampak langsung pada penjualan. Darti menyebut, daya beli masyarakat menurun hingga hampir 50 persen.
"Penjualan turun hampir separuh. Banyak pembeli yang cuma tanya-tanya, tapi akhirnya enggak jadi beli karena harganya mahal," ujarnya.
Menurutnya, keuntungan yang didapat pedagang plastik juga sangat tipis. Dari setiap penjualan, Darti hanya mengambil laba sekitar Rp2.000 hingga Rp3.000.
"Kulakan sudah mahal, kita ambil untung sedikit saja sudah berat," tuturnya.
Darti juga mengaku kerap menerima keluhan dari pembeli, terutama pedagang kecil yang terdampak langsung oleh kenaikan harga plastik.
Terkait penyebab kenaikan, Darti menyebut karena bahan baku plastik yang berasal dari luar negeri mengalami kendala, sehingga produksi terganggu.
"Katanya bahan bakunya dari luar lagi susah, jadi tidak bisa produksi maksimal," jelasnya.
Darti berharap harga plastik bisa segera kembali normal agar aktivitas jual beli kembali stabil.
"Semoga cepat turun lagi. Biar kami penjual, dagangan bisa cepat habis," paparnya.(Iqs)