TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG - Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Tana Tidung mengembangkan keterampilan vokasional sebagai produk unggulan siswa, salah satunya melalui usaha Sablon yang kini mulai melayani pesanan dari instansi dan sekolah di wilayah Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.
Kepala SLB Negeri Tana Tidung, Marjuki, mengatakan pengembangan keterampilan menjadi fokus utama pendidikan di SLB, mengingat tujuan akhir dari pembelajaran adalah kemandirian siswa setelah lulus.
Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang saat ini berjalan adalah Sablon, yang dikerjakan langsung oleh siswa bersama guru pembimbing.
“Alhamdulillah untuk Sablon ini sudah berjalan, bahkan kami sudah melayani beberapa pesanan dari sekolah dan instansi. Jadi hasil karya ini benar-benar dari siswa dan guru di sini,” ujar Marjuki kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: Pembelajaran 137 Siswa SLB di Malinau Difokuskan pada Kemandirian dan Pengembangan Karakter
Selain Sablon, SLB Negeri Tana Tidung juga mengembangkan berbagai keterampilan lain seperti literasi, budidaya ikan lele, hingga desain busana yang bahkan telah mengantarkan siswa meraih prestasi tingkat provinsi.
Menurutnya, potensi siswa berkebutuhan khusus tidak bisa dipandang sebelah mata, karena setiap anak memiliki kelebihan masing-masing yang dapat dikembangkan melalui pendekatan yang tepat.
“Walaupun secara akademik mereka terbatas, tapi ternyata ada kemampuan lain yang luar biasa. Ada yang cepat menghafal lagu, bahkan bisa menyanyi bahasa Inggris hanya dengan beberapa kali mendengar,” jelasnya.
Ia menambahkan, penguatan keterampilan vokasional menjadi bekal penting bagi siswa untuk hidup mandiri, termasuk ketika mereka memasuki dunia kerja atau membangun usaha sendiri.
“Kami memang fokus ke vokasi, supaya nanti setelah lulus mereka punya skill dan tidak bergantung pada orang lain. Itu tujuan utama kami,” ungkapnya.
Baca juga: Pendistribusian Makan Bergizi Gratis di SLB Tarakan Terlambat 30 Menit, Begini Alasannya
Meski masih menghadapi keterbatasan sarana, terutama peralatan produksi, pihak sekolah terus berupaya mengembangkan kualitas produk agar dapat bersaing.
“Untuk Sablon ini sebenarnya masih sederhana, jadi hasilnya belum maksimal. Kami berharap ke depan ada dukungan alat yang lebih baik supaya anak-anak bisa lebih berkembang lagi,” pungkasnya.
(*)
Penulis : Rismayanti