Harga Manggis Naik 26 Kali Lipat, Satu Kilogram Rp 80.000
Haorrahman April 15, 2026 04:57 PM

 

TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Banyuwangi - Kenaikan drastis harga manggis membawa angin segar bagi para petani di Kabupaten Banyuwangi. Buah yang dijuluki “ratu buah” ini kini dihargai hingga puluhan ribu rupiah per kilogram, atau melonjak hingga 26 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

Rudi Hermawan, pengepul manggis di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, mengungkapkan bahwa harga manggis kualitas terbaik di tingkat petani sempat mencapai Rp80 ribu per kilogram.

“Tahun lalu cuma Rp 3.000,” kata Rudi, Rabu (18/3/2026).

Menurut Rudi, angka tersebut merupakan harga tertinggi sepanjang dirinya berkecimpung di usaha manggis selama belasan tahun. Untuk kualitas menengah, harga manggis saat ini berada di kisaran Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kilogram.

Baca juga: Perhutani Banyuwangi Raya-Kejari Teken MoU Terkait Penangangan Hukum Pengelolaan Hutan

Pasokan Terbatas

Lonjakan harga ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari daerah lain. Sejumlah sentra produksi manggis seperti Bali, Lombok, dan Tasikmalaya telah melewati masa panen.

“Sekarang yang masih panen tinggal Banyuwangi,” ujarnya.

Selain itu, kondisi panen di tingkat global juga turut memengaruhi harga. Produksi manggis di Thailand tidak sebesar tahun sebelumnya, sehingga negara importir seperti China beralih ke Indonesia.

“Tahun lalu di Thailand panen raya. Makanya harga di Banyuwangi hanya Rp3 ribu. Banyak petani bahkan enggan memanen karena tidak menutup biaya,” jelas Rudi.

Baca juga: Polresta Banyuwangi Bongkar Penimbunan BBM Subsidi, 7 Tersangka Diamankan

Untung Besar

Kondisi ini dirasakan langsung oleh petani lokal, salah satunya Masruroh, warga Desa Bulusari, Kecamatan Kalipuro. Ia mengaku pendapatannya meningkat tajam dibandingkan tahun lalu.

Masruroh menjual manggis secara campuran, tanpa pemilahan kualitas, dengan harga Rp 62 ribu per kilogram.

“Kalau tahun lalu, manggis campuran hanya Rp 2.500 per kg,” ujarnya.

Ia mencontohkan, hasil panen sekitar 80 kilogram yang tahun lalu hanya dihargai sekitar Rp70 ribu, kini bisa menghasilkan hingga Rp6 juta.

“Alhamdulillah harganya bagus. Mudah-mudahan ke depan juga tetap begini,” katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.