Berkah Bagi Petani Manggis di Banyuwangi, Harganya Kini Tembus Rp 80.000/Kilogram
Titis Jati Permata April 15, 2026 04:49 PM

 

SURYA.co.id, BANYUWANGI - Harga manggis di Banyuwangi melonjak drastis hingga Rp 80 ribu per kilogram, membuat para petani merasakan berkah besar. 

Lonjakan harga yang mencapai 26 kali lipat dibanding tahun lalu ini disebut sebagai rekor tertinggi sepanjang sejarah panen manggis di daerah tersebut.

"Tahun lalu cuma Rp 3 ribu per kilogram," kata Rudi Hermawan, pengepul manggis di Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro kepada SURYA.co.id, Rabu (18/3/2026).

Harga Tertinggi untuk Kualitas Terbaik

Menurut Rudi, harga manggis saat ini merupakan yang tertinggi sepanjang ia menjadi petani manggis belasan tahun. 

Baca juga: Cagar Alam Manggis, Wisata Edukasi dan Sensasi Beri Makan Kera Ekor Panjang di Kediri

Harga Rp 80 ribu itu, kata dia, merupakan manggis dengan kualitas terbaik.

Sementara manggis dengan kualitas sedang di tingkat petani dibandrol antara Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu per kg.

Daerah Lain Lewati Masa Panen

Menurut pria yang juga memasok manggis untuk perusahaan eksportir itu, kenaikan harga manggis yang ugal-ugalan disebabkan beberapa faktor.

Antara lain, banyaknya daerah sentra manggis yang sudah lewat masa panen. Beberapa daerah itu, yakni Bali, Lombok dan Tasikmalaya.

"Sekarang yang masih panen tinggal Banyuwangi," ucap dia.

Importir Manggis

Secara global, panen raya manggis di negara Thailand juga berbeda dengan tahun lalu. 

Sehingga, negara-negara importir manggis seperti China mendatangkan dari Indonesia.

"Tahun lalu di Thailand panen raya. Makanya, harga di Banyuwangi hanya Rp 3.000. Tahun lalu banyak petani yang enggan memanen karena harga yang hancur. Rugi diongkos panen," ujar dia.

Petani Rasakan Berkah

Masruroh, petani manggis asal Desa Bulusari, Kecamatan kalipuro, merasakan berkah kenaikan harga manggis.

Dengan semangat, ia bersama sang suami memanen manggis di puluhan pohon yang mereka miliki, Rabu (15/4/2026).

Masruroh menjual manggisnya secara campuran. Kualitas super dan jelek dihargai sama.

"Jadi harganya Rp 62 ribu per kg. Kalau tahun lalu, manggis campuran hanya Rp 2.500 per kg," ujar dia.

Ia mencontohkan, hasil panen dua keranjang berbobot sekitar 80 kg dibeli oleh tengkulak sekitar Rp 70 ribu pada panen tahun lalu.

Sekarang, dengan jumlah yang sama, ia bisa mendapat duit hingga Rp 6 juta.

"Alhamdulillah harganya bagus. Mudah-mudahan ke depan juga tetap begini," katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.