BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Sebanyak 45 titik potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Pemantauan terhadap titik-titik rawan tersebut mulai dilakukan secara intensif oleh jajaran Polres Bangka Barat sejak Minggu (19/4/2026), sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi kebakaran.
Kapolres Bangka Barat, AKBP Pradana Aditya Nugraha mengungkapkan, sebaran titik karhutla tersebar di beberapa kecamatan. Kecamatan Mentok menjadi wilayah dengan jumlah titik terbanyak yakni 19 titik, disusul Kelapa 9 titik, Tempilang 7 titik, Parittiga 6 titik, dan Jebus 4 titik. Sementara itu, Kecamatan Simpang Teritip tidak ditemukan adanya titik api.
"Patroli dan pemantauan terus kami intensifkan di wilayah rawan Karhutla sebagai langkah antisipasi dini," kata AKBP Pradana Aditya Nugraha, Minggu (19/4/2026).
Pradana menegaskan, kondisi ini menjadi perhatian serius seiring potensi dampak fenomena El Nino yang dapat meningkatkan suhu dan memperparah kekeringan. Sehingga risiko kebakaran semakin tinggi.
"Sebagai langkah kesiapsiagaan, Polres Bangka Barat bersama instansi terkait, telah memetakan 113 titik sumber air di wilayah tersebut untuk mendukung percepatan penanganan kebakaran," katanya.
Pemetaan sumber air, dikatakan kapolres, untuk sebagai bagian penting dalam mempercepat respons apabila terjadi karhutla.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama menjaga lingkungan. Pencegahan menjadi kunci utama," terangnya.
Di akhir, kapolres mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Serta, bersinergi dengan seluruh elemen, untuk menekan potensi Karhutla. (Bangkapos.com/Riki Pratama)