TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Proses seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara tahun ini dipastikan berlangsung ketat dan transparan. Bahkan, peluang “titipan” atau nepotisme disebut mustahil terjadi.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Nunukan, Hasan Basri, menegaskan seluruh tahapan seleksi telah dimulai sejak Januari 2026 melalui koordinasi nasional bersama Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Sejak Januari kita sudah rapat koordinasi di tingkat pusat. Panitia juga ditentukan langsung, melibatkan TNI, Polri, dinas sosial, dinas kesehatan, hingga purna Paskibraka,” tegas Hasan Basri,
Memasuki Februari, proses berlanjut ke tahap administrasi. Seluruh siswa kelas 10 diberi kesempatan ikut seleksi, dengan syarat tinggi badan minimal 175 cm untuk laki-laki dan 170 cm untuk perempuan. Namun, ada toleransi hingga 170 cm untuk laki-laki dan 165 cm bagi perempuan.
Baca juga: Apel Penerimaan Calon Paskibraka Tana Tidung Kaltara Digelar, Masa Karantina Dimulai
Saat ini, seleksi calon Paskibraka sudah memasuki tahap tes fisik dan kesehatan, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan serta tes buta warna. Rangkaian tes selanjutnya meliputi tes kesehatan, parade, peraturan baris berbaris (PBB), kesamaptaan, hingga tes kepribadian. Hasilnya tinggal menunggu penilaian dari tim.
Pemkab Nunukan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik menargetkan seluruh tahapan seleksi di tingkat Kabupaten dapat rampung pada bulan April 2026.
Selanjutnya, nama-nama terbaik akan diajukan ditingkat Provinsi. Menariknya, dari 21 kecamatan di Nunukan, seluruhnya telah mendapatkan kuota agar keterwakilan merata. Meski begitu, kelulusan tetap ditentukan berdasarkan standar teknis yang ketat.
Sepanjang pengelolaan di bawah Kesbangpol, Nunukan sudah tiga kali melakukan perekrutan dan dua kali berhasil mengirimkan wakil ke tingkat nasional. Salah satu putra daerah pernah menjadi bagian dari pelaksana di Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Tahun lalu kita kirim sebagai cadangan. Harapannya tahun ini bisa kembali tembus ke tingkat nasional,” ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/4/2026).
Baca juga: 81 Pendaftar Ikut Seleksi Paskibraka Kabupaten Tana Tidung 2026, Hanya 59 Orang Lolos Administrasi
Hasan Basri memastikan tidak ada celah kecurangan dalam proses seleksi. Sistem Computer Assisted Test (CAT) yang digunakan diklaim tidak bisa dimanipulasi.
“Tidak ada nepotisme. Semua sudah diatur sesuai petunjuk teknis, dan tidak bisa diintervensi siapa pun,” tegasnya.
Dengan sistem seleksi yang transparan ini, masyarakat diharapkan turut mendukung agar peserta yang terpilih benar-benar merupakan putra-putri terbaik Nunukan.
(*)
Penulis: Fatimah Majid