BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Tengah memastikan telah meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan proses belajar mengajar pada seluruh Pondok Pesantren.
Kepala seksi (Kasi) Pendidikan agama dan Keagamaan Islam Kemenag Bangka Tengah Tuti Iryani menyebutkan, peningkatan pengawasan tersebut dilakukan sebagai antisipasi munculnya potensi perundangan di lingkungan pesantren.
Terlebih lagi sebelumnya, masyarakat Bangka Balitung dikejutkan dengan adanya dugaan perundungan terhadap sejumlah santri yang menempuh pendidikan di pesantren wilayah Kabupaten Bangka.
Menurut Tuti dalam pelaksanaannya, pengawasan berlangsung secara berkala melalui proses pemantauan ke setiap lembaga pendidikan.
"Terkait pengawasan terhadap pondok pesantren, kami terus melakukan monitoring. Kemudian kita juga terus melakukan pembinaan-pembinaan, khususnya bagi pengurus atau pengampu," ujar Tuti, kepada Bangkapos.com, Rabu (15/4/2026).
Di sisi lain, ia menerangkan pihaknya meminta masing-masing pondok agar lebih proaktif menerapkan konsep pesantren ramah anak dalam memberikan pembinaan kepada santrinya.
"Jadi imbauan kami kalau berbicara tentang kejadian-kejadian seperti itu, kami minta pondok pesantren menyusun lagi sistem pembinaan kepada santrinya. Karena anak-anak yang seusia mereka kan masih labil," terangnya.
Untuk itu dirinya berharap agar kasus serupa tidak kembali menimpa peserta didik, khususnya di wilayah Kabupaten Bangka Tengah.
"Kalau sejauh ini, di kita alhamdulillah tidak ada laporan semacam itu. Mungkin kalau kenakalan-kenakalan anak remaja ada, tapi masih yang wajar," sebutnya.
(Bangkapos.com/Rifqi Nugroho)