Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM, SUMEDANG - Aksi unjuk rasa terkait pencairan uang konsinyasi di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang kembali diwarnai kekecewaan massa.
Ketua PN Sumedang, Hera Polosia Destiny, kembali tidak menemui para pengunjuk rasa yang datang menyampaikan protes, Rabu (15/4/2026).
Massa yang berasal dari kelompok ahli waris sebelumnya mendatangi kantor PN Sumedang untuk mempertanyakan pencairan dana konsinyasi senilai sekitar Rp190 miliar yang dinilai dilakukan secara sepihak. Sejumlah perwakilan dipersilakan masuk ke kantor PN untuk berdialog.
Yang diharapkan konfirmasinya adalah Ketua PN Sumedang, namun saat dialog berlangsung, Ketua PN Sumedang tidak hadir untuk menemui massa. Dialog akhirnya diwakili oleh Wakil Ketua PN Sumedang, Saenal Akbar.
Baca juga: Massa Ahli Waris Serbu Kantor PN Sumedang, Protes Pencairan Uang Konsinyasi Rp190 Miliar
Pantauan Tribun Jabar.id, siskusi antara perwakilan massa dan pihak PN Sumedang berlangsung di Media Center Pengadilan.
Dalam pertemuan tersebut, pihak pengadilan berupaya menjelaskan proses dan dasar pencairan dana yang menjadi polemik.
Sebelumnya, dalam aksi pertama yang dilakukan massa, Ketua PN Sumedang juga tidak hadir. Saat itu, massa bahkan mengibarkan bendera kuning di sekitar kantor sebagai simbol protes.
Kondisi tersebut memicu kekecewaan lanjutan dari para pengunjuk rasa yang berharap adanya penjelasan langsung dari pimpinan lembaga terkait.
Aksi protes ini sendiri merupakan bagian dari eskalasi sengketa terkait pencairan uang konsinyasi proyek Tol Cisumdawu yang hingga kini masih menuai polemik.
Baca juga: Massa Aksi di Depan PN Sumedang Bawa Belasan Spanduk: "Pak Prabowo kapan KPK ke Sumedang?"