TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Bondowoso - Kebakaran hebat melanda dua rumah warga di Desa Bandilan, Kecamatan Prajekan, Bondowoso, Rabu (15/4/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Padahal pemilik rumah baru saja menjual anak sapi untuk merenovasi rumahnya. Dua rumah tersebut berdampingan dilaporkan hangus hingga rata dengan tanah.
Pantauan di lokasi, api dengan cepat membesar dan melahap bangunan yang sebagian besar terbuat dari kayu. Warga sekitar sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sebelum tim pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi.
Dua rumah yang terbakar diketahui milik Bu Nawawi dan H. Munir. Saat kejadian, keduanya tidak berada di rumah. Salah satu keluarga korban, Asmawati, menyebut pemilik rumah sedang beraktivitas di rumah perangkat desa.
Baca juga: Pembangunan Jembatan Sentong Bondowoso Dimulai, Ditargetkan Rampung 8 Bulan
Api pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran dan langsung berteriak meminta pertolongan.
"Jerit-jerit langsung, warga yang lain datang juga," ungkap Asmawati.
Warga kemudian bergotong royong menyelamatkan barang-barang yang masih bisa dievakuasi, termasuk melepas ternak sapi milik korban agar tidak ikut terbakar. Mereka juga menggunakan air dari sumur untuk memadamkan api sebelum petugas datang.
"Dua sumur sampai habis," jelasnya.
Baca juga: Bondowoso Alokasikan Rp 500 Juta dari BTT, Penanganan Darurat Bencana di 7 Titik
Situasi sempat memanas ketika Bu Nawawi yang baru tiba di lokasi berusaha masuk ke dalam rumah yang masih terbakar untuk menyelamatkan uang tunai sebesar Rp 6 juta yang disimpan di dalam lemari. Warga dengan sigap menahan dan menenangkan korban yang histeris.
Menurut Asmawati, uang tersebut merupakan hasil penjualan anak sapi sekitar dua minggu sebelumnya dan rencananya akan digunakan untuk memperbaiki rumah yang sudah hampir roboh.
"Saya nangis juga, Bu Nawawi tinggal sendiri, anaknya di Sempol, tak punya saudara," katanya.
Baca juga: Perbaikan Pascabanjir Wonoboyo Dikebut, Bupati Bondowoso Tinjau Langsung
Kepala Bidang Damkar Satpol PP Bondowoso, Vara Tedy, menyampaikan bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.15 WIB. Hingga saat ini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.
"Ada yang bilang ini korsleting listrik, dan ada juga yang bilang karena membakar sampah," ujarnya.
Ia menambahkan, total kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp60 juta, termasuk uang tunai milik korban yang diduga ikut terbakar.
"Diperkirakan kerugiannya sekitar Rp 60 juta," pungkasnya.
Proses penanganan kebakaran melibatkan berbagai pihak, mulai dari warga setempat, TNI, Polri, pemerintah desa, hingga tim Damkar Bondowoso.